Home / Headline / Arifin Kalender: Rakyat Banyak Terpapar, Keselamatan Rakyat Lebih Utama Dari Pada  Partai Politik dan Cukong

Arifin Kalender: Rakyat Banyak Terpapar, Keselamatan Rakyat Lebih Utama Dari Pada  Partai Politik dan Cukong

Arifin Kalender: Rakyat Sudah Banyak Yang Terpapar Keselamtan Rakyat Lebih Utama Dari Pada  Partai Politik dan Cukung

Palembang, BP

Belakangan ini, bertambahnya jumlah pasien positif virus corona di Indonesia terbilang sungguh mengejutkan. Pasalnya, kasus yang bertambah setiap harinya bukan lagi ratusan orang, melainkan telah mencapai ribuan orang.

“Makin hari makin bertambah kasus covid 19 perhari ribuan yang terpapar,  terbaru Ketua KPU RI pun positif corona dan banyak lagi pejabat yang terpapar,  Sekda Jakarta yang meninggal akibat covid,” kata Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender, Sabtu (19/9).

Bahkan menurut Aripin, kalangan artispun tak luput dari  virus corona ini yang memang  betul-betul sangat menakutkan dan mengkhawatirkan sekali.

“Sementara pemerintah masih ngotot untuk melaksanakan pilkada serentak, apakah meraka tidak tahu  dan tidak ada hati nurani lagi demi kepentingan para elit-elit  parpol dan cukong yang ujung-ujungnya mengeruk hasil bumi dan akhirnya rakyat juga yang jadi korban,dengan segala hormat demi kepentingan rakyat Indonedia sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap Bangsa dan seluruh  tumpah darah Indonesia,” kata Aripin dengan nada tinggi.

Arifin Kalender menegaskan kembali, agar pilkada terutama di Sumsel harus di tunda jangan sampai rakyat bertambah terpapar virus  covid-19 ini.

Sementara itu, usulan penundaan pilkada serentak 2020 semakin menguat setelah Ketua KPU Arief Budiman menginformasi dirinya positif virus Corona baru (Covid-19).

Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil turut prihatin atas musibah yang menimpa Arief Budiman dan sejumlah penyelenggara pemilu di daerah yang terpapar Covid-19.

Karena itu, dia mengusulkan agar pilkada serentak 9 Desember 2020 demi kebaikan dan keselamatan warga negara sebaiknya ditunda.

“Ya kita prihatin. Penyelenggara pemilu di daerah juga ada yang terpapar Covid-19. Saya menyarankan agar Pilkada ditunda untuk menyelamatkan anak bangsa dari horor Covid-19,” harap Nasir Djamil , Jumat (18/9).

Nasir mengatakan, penundaan pilkada serentak sedianya bisa dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan mengeluarkan aturan hukum serta memperpanjang masa jabatan kepala kaerah.

“Presiden keluarkan aturan hukum untuk memperpanjang satu tahun bagi kepala daerah yang habis masa jabatannya di Desember 2020,” kata Nasir Djamil.

Menurut Politisi PKS ini, penundaan waktu pelaksanaan pilkada ini tidak lain hanyalah untuk menyelematkan warga negara sari bahaya Covid-19. Dan sudah sepatutnya, tekan Nasir, pemerintah fokus pada upaya penanganan dan dampak dari pandemik Covid-19.

“Jangan sampai pilkada di tengah pandemik dinilai oleh publik sebagai “jalan tol” untuk membunuh rakyatnya sendiri,” katanya.

Ketua KPU Arief melalui pesan singkat yang disampaikan kepada seluruh wartawan di grup Whatsapp Media Centre KPU RI, Jumat (18/9) menginformasikan dirinya positif Covid-19.

“Diberitahukan kepada teman-teman media bahwa saat ini saya sedang menjalani karantina mandiri di rumah,” kata Arief Budiman.#osk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...