Home / Headline / Kunker Ketua DPRD Sumsel Paparkan Delapan Program Strategis Bangkitkan Perekonomian

Kunker Ketua DPRD Sumsel Paparkan Delapan Program Strategis Bangkitkan Perekonomian

BP/IST
Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Hj RA Anita Noeringhati SH MH melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Lampung, Kamis (18/9)

Palembang, BP

Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Hj RA Anita Noeringhati SH MH melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Lampung, Kamis (18/9).

Kedatangan ketua DPRD perempuan pertama di DPRD Sumsel tersebut, diterima langsung oleh wakil ketua DPRD Lampung, Ririn Kuswantari. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi tentang strategi daerah dalam membangkitkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, terutama di daerah yang terdampak langsung.

“Lampung termasuk daerah yang terkena dampak langsung, bahkan Pandemi Covid-19 ini membuat perekonomian Lampung triwulan II/2020 berkontraksi. Di mana, perekonomian Lampung tercatat -3,57%. Sementara pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan 1 2020 sebesar 1,73%,” kaya Ririn

Dikatakan politisi Golkar ini, dalam mendongkrak perekonomian Lampung melakukan delapan strategi atau program pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Diantaranya penguatan kesehatan, penguatan program perlindungan sosial, akselerasi investasi, pembangunan pertanian. Kemudian adanya pemulihan industry, perdagangan, dan UMKM, ada pula pemulihan sektor pariwisata, pembangunan SDM dan pembangunan infrastruktur.

Pertama terkait penguatan kesehatan, jadi penguatan sistem kesehatan ini dilakukan dengan upaya promotif dan preventif melalui GERMAS. Kemudian penguatan program perlindungan sosial yang dilakukan dengan perluasan program bantuan sosial. Termasuk perubahan basis data yang mencakup pekerja sektor informal. “Langkah ini dilakukan utamanya untuk menjaga daya beli masyarakat terutama kelompok yang rentan pasca covid-19,” katanya.

Selanjutnya akselerasi investasi, dimana dilakukan dengan menarik investasi sebesar-besarnya untuk menggerakkan ekonomi dengan penyederhanaan dan percepatan pelayanan investasi, pemberian insentif pajak bagi investor, jaminan kepastian hukum berusaha dan kepastian biaya pelayanan, promosi investasi serta sinergi antara pemerintah dunia usaha dan masyarakat untuk mendukung usaha bisnis dan investasi.

”Untuk pembangunan pertanian dilakukan dengan meningkatkan indeks pertanaman sebagai hasil dari pembangunan irigasi. Kemudian juga fokus pada pengembangan komoditi unggulan yang permintaannya tinggi seperti pisang dan nanas. juga dilakukan peningkatan produksi peternakan terutama sapi, melakukan perwilayahan komoditi serta implementasi program kartu petani berjaya (KPB),” katanya.

Untuk sektor industri, perdagangan dan UMKM dilakukan inovasi digital marketing melalui program seperti pasar berjaya, ikaniku, Bligeh.com untuk mendukung pemasaran produk UMKM. Selanjutnya ada juga pelaksanaan operasi pasar bank yang bekerjasama dengan go-jek, pemberian bantuan stimulan usaha kepada koperasi dan UMKM dan penerapan protokol kesehatan pada kegiatan industri dan perdagangan.

“Selanjutnya sektor pariwisata yang paling penting ialah penerapan protokol kesehatan pada semua sisi subsistem pariwisata. Kemudian penyediaan insentif untuk paket wisata khusus di destinasi prioritas, peningkatan infrastruktur dan standar pelayanan serta peningkatan pemasaran wisata,” katanya.

Ririn melanjutkan, pembangunan SDM diarahkan pada upaya peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja yang mulai dari penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi serta pendidikan menengah dan umum. Terakhir ialah pembangunan infrastruktur dilakukan dengan investasi infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan pertanian, industri dan pariwisata

“Pemprov Lampung juga telah mengeluarkan Pergub Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produkif dan Aman (AKB-M2PA) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sejak 30 Juli 2020. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat produktif dan aman pada situasi Covid-19; dan mensinergikan keberlangsungan perekonomian masyarakat dan kebijakan pelaksanaan pembangunan,” katanya.

Sementara itu, ketua DPRD Sumsel Anita menyambut baik dan mengapresiasi strategi yang diunggulkan Provinsi Lampung. Apa yang menjadi program strategis oleh Provinsi Lampung dalam membangkitkan perekonomian ini bisa menjadi masukan bagi DPRD Sumsel dalam APBD Perubahan nanti.

“Masa pendemi ini, seluruh provinsi mengalami semua penurunan anggaran. Kita ketahui bahwa DAK tidak dikucurkan, DBH tidak dikucurkan, DAU dikurangi, dan lainya. Itu jelas mempengaruhi struktur APBD, apalagi Sumsel DBH ditempatkan secara optimis dalam APBD. Ini tentu menjadi masukan kami (DPRD Sumsel) untuk nantinya pembahasan APBD perubahan,” katanya.

Anita menerangkan, dalam pendemi ini beberapa hak bageting DPRD dipangkas, diataranya pinjaman daerah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat covid-19. Seperti Sumsel yang sudah memberitahukan akan meminjam Rp539 M ke PT SMI dalam waktu tiga tahun dan masa tenggang 12 bulan.

“Artinya struktur APBD 3 tahun kedepen tetap persetujuan dewan walaupun pembayarannya pemotongan DBH langsung, berarti kedepan tetap persetujuan kita. Ini bagaimana cara pemotongan sehingga apa saja anggaran yang diperkecil maupun didorong tetap melalui DPRD karena menyangkut struktur APBD persetujuan bersama,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

11 Penambang Batubara di Muaraenim Tewas Tertimbun  Longsor

Palembang, BP 11 orang pekerja tambang batu bara rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Sumsel, ...