Home / Headline / Hanya Satu Calon di OKU Selatan, DPRD Sumsel Nilai Masyarakat Sudah Pintar

Hanya Satu Calon di OKU Selatan, DPRD Sumsel Nilai Masyarakat Sudah Pintar

BP/IST
Anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten OKU dan OKUS Heru Prayogo

Palembang, BP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), telah resmi menutup perpanjangan pendaftaran balon Bupati dan wakil Bupati untuk Pilkada OKUS 2020.

Selama masa perpanjangan sosialisasi 3 hari dan pendaftaran tiga hari tidak ada pasangan calon yang mendaftar ke KPU.

Hanya ada satu bakal pasangan calon yakni pasangan petahanan Popo Ali- Soelihen Abuasir yang mendaftar sebagai bakal pasangan calon.

Artinya, petahana dipastikan melawan kotak kosong alias Koko dalam pesta demokrasi 9 Desember mendatang.

Anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten OKU dan OKUS Heru Prayogo menilai, semua pihak baik masyarakat maupun partai politik yang ada puas dengan kepemimpinan Popo- Abuasir.

“Artinya tidak ada keraguan lagi akan kepemimpinan petahana yang ada saat ini,” kata Heru Prayogo, Kamis (17/9).

Politisi partai Golkar ini mengaku fenomena Pilkada mlawan kotak kosong sudah diatur dalam UU no 2 tahun 2016. Hal itu sangat dimungkinkan apabila dalam pilkada calon buputi/wabup tidak dapat dukungan dari masyarakat 50 % plus 1 dan apabila yang menang kotak kosong, maka pilkada tersebut tidak akan diulang

Pemerintah nanti akan menunjuk pelaksana tugas dalam menjalankan aktivitas pemerintahan. Jika Kotak kosong menang.

Politisi Golkar ini menerangkan, KPU tidak lagi repot- repot untuk melaksanakan pilkada ulang. Melainkan KPU tinggal mengatur kembali pelaksanaan pilkada pada pelaksanaan berikutnya.

“Tapi saya rasa masyarakat sudah pintar, apa yang telah dirasakan dibawah kepemimpinan Popo, dan kenapa harus memilih kotak kosong jika pemimpinnya sudah bagus,” tegasnya.

Sedangkan  anggota fraksi PKB DPRD Sumsel dari dapil yang sama Fathan Qoribi, dengan Pilkada hanya ada satu bapaslonkada menjadikan kemunduran demokrasi saat ini, khususnya di Kabupaten OKU.

Di mana di Kabupaten OKU hanya terdapat satu bapaslonkada, yaitu Kuryana Azis- Johan Anuar, meski Johan berstatus tersangka.

“Saya tidak setuju (lawan kotak kosong, karena merusak sistem dan jalannya demokrasi di suatu daerah itu sendiri. Karena pilkada itu sebagai wadah ajang kompetisi mengenai visi misi calon, kalau calon tunggal artinya tidak terwujud kompetisi itu,” katanya.#osk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Tambang Ilegal Longsor di Muaraenim, Alex Nilai Lemahnya Pengawasan Pemerintah Daerah

Palembang, BP Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Alex Noedin juga menyampaikan dua mendalam atas kembali terjadinya insiden hingga ...