Fraksi PKS DPRD Sumsel Minta Pemprov Sumsel Alokasikan Anggaran Untuk Guru Islam Non Sertifikasi

2

BP/IST
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel, Syaiful Padli usai beraudiensi dengan beberapa  guru agama SMA dan SMK, Kamis (17/9).

Palembang, BP

Fraksi PKS DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Dinas Pendidikan untuk mengalokasikan anggaran bagi Guru Agama Islam non sertifikasi di SMA maupun SMK di Sumsel nanti.

 

“InsyaAllah kami akan tindak lajuti sesuai kapasitas Fraksi PKS Di DPRD Sumsel,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel, Syaiful Padli , usai beraudiensi dengan beberapa  guru agama SMA dan SMK, Kamis (17/9).

Baca:  Pansus V DPRD Sumsel Berikan Catatan Terhadap Dua Raperda

Karena selama ini, sebelum diambil alih provinsi Sumsel, dikatakan Syaiful,  guru-guru ini  dapat tunjangan dari pemerintah kabupaten kota namun sejak diambil alih oleh provinsi terus tidak ada lagi.

“Sehingga dengan adanya tunjangan dari pemerintah provinsi dapat membantu para guru ini,”kata Syaiful.

Selain itu Fraksi PKS DPRD Sumsel pada setiap  hari Senin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi baik masukan,usulan atau hal-hal yg akan bakal diperjuangankan oleh Fraksi PKS di DPRD Sumsel.

Baca:  Polda Sumsel Musnahkan 26.221,39 Gram Sabu Dan 2.186 Butir Ekstasi

“Karena hari senin karena waktu yang fresh setelah kita beraktivitas akhir pekan dan setiap senin ada jadwal piket anggota Fraksi PKS DPRD Sumsel  untuk menerima perwakilan yang datang,” kata Syaiful.

Sementara itu, Ragil Rahmat Hidayat guru asal Muba meminta kepada DPRD untuk mengalokasikan anggaran untuk guru non sertifikasi sebagaimana yang diatur dalam

Baca:  Masyarakat Sumsel Terima Bantuan Listrik Gratis dan Sembako Gratis

Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2017 pasal 66 tentang kewajiban Pemerintah terhadap Guru Non Sertifikasi.

“Ada solusi dari kementrian agama karena guru non sertifikasi tidak dialokasikan dari pemerintah pusat maka dapat dialokasikan dari pemerintah daerah untuk tunjangan bagi para guru,”kata Rahmat.#osk