DPRD Sumsel Tunggu Draf APBD –P Tahun 2020 Dari Pemprov Sumsel

7

BP/DUDY OSKANDAR
Muchendi Mahzareki

Palembang, BP

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , sedang menunggu  draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel H. Muchendi Mahzareki, SE menjelaskan, sampai hari ini DPRD Provinsi Sumsel belum menerima pembahasan APBD-P Provinsi Sumsel dari pihak eksekutif.

“Artinya, dewan hanya menunggu untuk melakukan pembahasan,” ujar Muchendi, Kamis (17/9).

Menurutnya, pembahasan APBD Provinsi Sumsel Tahun 2021 baru bisa dilakukan setelah APBD-P selesai dibahas.

Ia melihat, tidak ada defisit yang terjadi pada APBD Provinsi Sumsel.

Baca:  Apel Bakti Sosial Hari Jadi Polwan Ke 72

“Kalau defisit tidak. Karena ada pemotongan-pemotongan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Misalnya, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK),” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumsel menurutnya melalui surat Gubernur Sumsel yang dikirimkan ke DPRD Provinsi Sumsel, sambungnya, akan melakukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Pinjaman via PT SMI ini memang dibuka seluas-luasnya oleh pemerintah pusat, bagi daerah yang ingin melakukan pinjaman,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut dalam rangka mengatasi persoalan terkait penundaan bayar dari pemerintah pusat.

Baca:  Kapolda Sumsel Sebut Peran Babinkamtibmas Besar Dalam Cegah Terjadinya Karhutla

“Artinya, dalam hal ini, di pemprov tidak ada yang defisit. Tapi, ada tunda bayar dari pemerintah pusat mengenai DAU dan DAK itu tadi,” katanya.

Ia berharap, dalam waktu dekat ini, ada keputusan dari pihak PT SMI, Kemenkeu, dan Kemendagri terkait pinjaman tadi.

Menurutnya, berdasarkan surat yang diterima oleh DPRD Provinsi Sumsel, pengajuan pinjaman oleh Gubernur Sumsel lebih dari 500 miliar rupiah.

Baca:  BKB Di Revitalisasi TNI, DPRD Sumsel Nilai Wajar, Karena TNI Berpikir Untuk Kepentingan Rakyat

“Kalau nilai pastinya saya lupa. Tapi, 500 lebih. 500 miliar,” katanya.

Menurutnya,  rencana pinjaman ke PT SMI tersebut sudah dipertegas dengan surat pemberitahuan dari Gubernur Sumsel.

“Tapi, nanti, ini kan ada verifikasi. Jadi, kita di daerah, pemprov khususnya, menyiapkan proposal itu tadi, 500 miliar ini peruntukannya apa saja,” katanya.

Pinjaman tersebut menurutnya  untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Diharapkan, hal ini menjadi peluang bantuan bagi masyarakat Sumsel yang terdampak pandemi covid-19.#osk