Kejati Sumsel Terima SPDP 10 Tersangka Judi di Taman Kenten

7

BP/IST
Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman

Palembang, BP

Perkara perjudian baccarat di kawasan Taman Kenten Palembang diduga omset miliyaran perjam, yang menyeret 10 orang sebagai tersangka Steven, Fernando Iskandar, Hermando, Edward  Kelana alias Kuyung, Agung Sambodo, Johan alias Aguan, Yustisia, Delly, Marlita dan Arlianti serta 2 DPO lainya dipastikan akan segera memasuki babak baru dan bergulir kemeja persidangan.

Kini Surat Pemberitahuan Dimulainya penyidikan atau SPDP sudah dikirim oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel kepada jaksa di Kejati Sumsel selaku penuntut umum.

Baca:  ACT Sumsel Gelar Operasi Pangan Gratis Sasar Masyarakat Prasejahtera

” Benar, SPDP sudah kami terima beberapa hari yang lalu, dan selanjutnya tinggal menunggu koordinasi dari kepolisian terkait kelengkapan berkas perkara yang akan kita teliti dan akan dinyatakan lengkap atau P21 sebelum dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,” kata  Khaidirman SH MH Kasipenkum Kejati Sumsel, Rabu(16/9).

Diberitakan sebelumnya tim gabungan dari Brimob Polda Sumsel dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menggerebek arena bermain judi jenis Baccarat di Jalan Taman Kenten Kelurahan Duku Kecamatan IT II Palembang, Senin (31/8) silam.

Baca:  Protes Penahanan Rizieq Shihab, Massa Gebrak Datangi Mapolda Sumsel

 

Dari penggerebekan ini sebanyak 22 orang diamankan dari arena ini. Setelah dilakukan pemeriksaan dari puluhan orang yang diamankan Subdit III Jatanras Polda Sumsel resmi menetapkan 10 orang sebagai tersangka dan resmi dilakukan penahanan sementara sisanya dikenakan wajib lapor dan dipulangkan dengan status saksi.

Sementara 2 DPO yang dimaksud adalah Suwandi alias Acit dan Wenli yang disinyalir sebagai bandar judi masih dalam pengejaran pihak kepolisian bahkan menurut keterangan Kabid humas Polda Sumsel Kombespol Supriadi bahwa pihaknya telah menyebar identitas keduanya keseluruh jajaran kepolisian di Indonesia guna cepat diringkus dan diadili.#osk

Baca:  Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumsel Nilai Pembukaan Keran Miras Tak Tepat