Home / Headline / Mahasiswa  Minta Pihak  Universitas PGRI Palembang, Proses Oknum Sekuriti  Yang Memukul Rekan Mereka

Mahasiswa  Minta Pihak  Universitas PGRI Palembang, Proses Oknum Sekuriti  Yang Memukul Rekan Mereka

BP/IST
Ratusan Mahasiswa yang tergabung dari Universitas PGRI Palembang, Universitas Bina Darma (UBD), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah dan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Universitas PGRI Palembang, Senin (14/9).

Palembang, BP

Ratusan Mahasiswa yang tergabung dari Universitas PGRI Palembang, Universitas Bina Darma (UBD), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah dan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Universitas PGRI Palembang, Senin (14/9).

Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas PGRI Palembang, Nur Muhammad Habibillah mengatakan, mahasiswa meminta keadilan kepada pihak rektorat dan yayasan atas kekerasan terhadap mahasiswa PGRI oleh oknum keamanan yang melakukan kekerasan.

“Kami meminta oknum security yang memukul rekan kami untuk diproses. Di sini ada pak polisi. Mohon ditindaklanjuti laporan kami ke Polrestabes Palembang beberapa hari lalu,” kata Nur.

Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ini tampak marah dan berorasi dengan nada tinggi saat menyampaikan poin mengenai kekerasan terhadap mahasiswa.

 

Mahasiswa bahkan meminta rektor PGRI diturunkan dari jabatan jika tak mampu memberi sanksi pada oknum security tersebut.

“Kalau tidak bisa mengayomi mahasiswa, rektor mundur saja!”  kata Nur.

Selain menuntut keadilan atas pemukulan terhadap rekan mereka, mahasiswa meminta pihak kampus memangkas Uang Kuliah Mahasiswa (UKM) yang dibayar persemester, dipangkas 50 persen.

“Kepada pihak rektorat dan yayasan untuk menurunkan UKM sebesar 50 persen. Di masa pandemi ini, banyak di antara mahasiswa yang terdampak ekonominya,” katanya.

Aksi mahasiswa selama tiga jam mulai pukul 11.00 hingga pukul 14.00 ini, akhirnya mendapat respon dari pihak rektorat.

“Mengenai potongan UKM, kita ada alternatif lain seperti bantuan dari Kemendikbud RI dan Gubernur Sumsel untuk dana stimulan UKT. Sudah ada sekira 5 ribu lebih penerima bantuan dadi total 8 ribu mahasiswa PGRI,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan PGRI, Drs. Sukardi.

Sukardi menjelaskan, UKM sebesar Rp 3,9 juta bisa dicicil dua kali dalam satu semester.

Bahkan, lanjut Sukardi, mahasiswa yang tak mampu membayar UKM dapat mengajukan surat permohonan tertulis kepada rektor dengan diketahui dekan di fakultas masing-masing.

“Bisa dicicil dua kali dan bisa mengajukan permohonan jika memang tidak mampu membayar UKM. Nanti surat permohonan akan menunggu persetujuan dari rektor,” kata Sukardi.

“Mengenai permohonan pemotongan UKM sebesar 50 persen, ini akan kami bahas dengan rektor. Kami belum bisa putuskan hari inu juga karena bagaimanapun kami perlu musyawarah terlebih dahulu,” katanya.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

 Debat Pasangan Calon Cabup dan Cawabup OKU Timur,   Terkait Penanganan Covid-19 Dinilai Kurang Hangat

Palembang, BP Debat kandidat  pasangan calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati  (Cawabup) OKU Timur di gelar di Hotel Excelton, ...