Home / Headline / Kejati Sumsel Tunggu Hasil Audit BPK, Baru Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE

Kejati Sumsel Tunggu Hasil Audit BPK, Baru Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE

BP/IST
Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman

Palembang, BP

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) hingga saat ini masih belum menetapkan tersangka, terkait kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE). Ini disebabkan karena Kejati masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.

“Masih menunggu hasil BPK RI, kemarin kita juga sudah bertanya ke BPK, pihaknya masih dalam proses penghitungan kerugian. Kan ini masalah angka jadi harus teliti agar tidak terjadi kesalahan pada penetapan hukum nantinya,” kata  Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman, Jumat (11/9).

Dijelaskannya juga dalam proses audit ini sejumlah saksi yang sebelumnya pernah diperiksa beberapa minggu lalu di Kejati Sumsel telah diambil keterangannya oleh BPK RI untuk mengklarifikasi kerugian negara yang kini masih di hitung.

“Jadi untuk perkara ini masih dalam proses penyidikan, dan kami masih menunggu hasil audit kerugian negaranya dari BPK RI,” kata Khaidirman.

Menurutnya audit kerugian negara, dibutuhkan dalam pengungkapan kasus dugaan pidana korupsi. Sebab, kerugian negara menjadi dasar dalam penetapan tersangkanya.

Dilanjutkannya, dalam proses penghitungan audit kerugian negara tersebut Kejati Sumsel masih terus berkoordinasi dengan BPK RI. Hal ini dilakukan agar auditnya dapat segera selesai.

“Misalnya seperti pemeriksaan saksi di BPK RI beberapa waktu lalu. Pemeriksaan itu dilakukan hasil koordinasi yang dilakukan. Sedangkan untuk pemeriksaan kembali saksi-saksi sejauh ini belum ada lagi. Meskipun demikian, dugaan kasus ini masih terus dilakukan penyidikan oleh Kejati Sumsel,” katanya.

Sebelumnya, Khaidirman menerangkan, jika BPK RI di Jakarta telah memeriksa sejumlah saksi dalam rangka klarifikasi audit kerugian negara dugaan kasus PDPDE.

“Kami tidak dapat sampaikan siapa saja yang diperiksa, namun yang jelas pemeriksaan tersebut memang ada, dan pemeriksaanya dilakukan di BPK RI di Jakarta,” katanya.

Sementara terkait berapa lama hasil audit tersebut selesai, dirinya tidak dapat memastikannya. Pasalnya, dalam proses penghitungan kerugian negara membutuhkan waktu.

“Mudah-mudahan hasil auditnya segera selesai, sehingga kami dapat menetapkan tersangkanya,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Hamzah Ditemukan Jadi Mayat

Palembang, BP Beredar video  penemuan sesosok mayat pria di sungai yang berada di kawasan Kertapati Palembang. Dari video yang beredar, ...