Home / Headline / Kasus Penipuan Jaul Beli Makser, Mahasiswa di Palembang Divonis 2 Tahun  

Kasus Penipuan Jaul Beli Makser, Mahasiswa di Palembang Divonis 2 Tahun  

BP/IST
 Nasabila (19) seorang mahasiswa di Universitas Palembang harus berurusan dengan Pengadilan Negeri Palembang lantaran melakukan penipuan jual beli masker senilai puluhan  juta rupiah.

Palembang, BP

Nasabila (19) seorang mahasiswa di Universitas Palembang harus berurusan dengan Pengadilan Negeri Palembang lantaran melakukan penipuan jual beli masker senilai puluhan  juta rupiah. 

Hal itu diterangkan langsung Ketua Majelis Hakim Adi Prasetyo di ruang sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Nasabila siang ini Jumat (11/9).

“Dengan ini menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan penipuan atau penggelepan jual beli masker secara online yang bernilai Rp100 juta. Dengan demikian atas perbuatannya terdakwa dikenakan pasal 378 KUHP tentang penggelapan sehingga divonis hukuman selama 2 tahun penjara,” kata  hakim ketua Adi saat membacakan amar putusan.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Nasabila menerima hukuman yang diberikan para majelis hakim.” Iya saya terima pak,” ungkapnya saat sidang virtual berlangsung.

Sebelumnya, terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Ursula Dewi dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan hukuman 2,5 tahun kurungan.

Namun, para majelis hakim menimbang selama persidangan terdakwa bersikap sopan, mengakui kesalahan serta berjanji tidak akan mengulanginya kembali maka hukuman tersebut diringankan menjadi 2 tahun penjara.

Usai persidangan, kuasa hukum terdakwa, Devi menyatakan masih bisa diajukan untuk pikir-pikir lantaran posisi kliennya tersebut juga korban yang kena tipu oleh oknum penjual masker secara online.

“Mau gimana lagi terdakwa sudah bilang menerima jadi kita cuman bisa bantu sampai disini. Kalau klien kami bilang pikir-pikir pastinya kita akan mempersiapkan berkas selanjutnya untuk  meringankan hukuman yang diterima klien kami,” katanya.

Dalam dakwaan, terdakwa ditangkap pada bulan Mei 2020 di kediamannya di Kecamatan Sako Kota Palembang. Dirinya ditangkap lantaran pihak Polrestabes Palembang mendapatkan laporan dari korban bahwa terdakwa telah melakukan penipuan dengan modus meminjam modal untuk menjual masker yang telah ada peminatnya.

Bukan hanya itu, terdakwa juga mengiming-imingi korban dengan cara akan membagi hasil dari penjualan masker tersebut sebanyak 20 persen. Serta calon pembeli tersebut sudah ada.

Karena percaya dengan terdakwa, korban pun langsung memberikan modal sebesar Rp85 juta untuk membeli masker tersebut. Namun setelah dua minggu korban tak kunjung ada kabar. Semua nomor dan akses sosial media  korban untuk menghubungi terdakwa diblokir. Sehingga akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrsetabes Kota Palembang.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Pabrik Aspal Karet Muba Salah Satu Kontribusi Nyata Pulihkan Ekonomi Nasional di Masa

Masa Depan Petani Karet Sumsel Diharapkan lebih Sejahtera Sekayu, BP–Kegelisahan petani karet akibat harga yang terus anjlok akhirnya ditemukan solusinya ...