Cara Kabupaten Empat Lawang Hadapi Covid-19

7

BP/IST- H Joncik Muhammad

Palembang, BP

Pemerintah baik di pusat ataupun daerah mempunyai problematika yang sama dalam penanganan penyebaran pandemi Covid-19. Satu sisi, dimensi kesehatan ingin menyelematkan masyarakat supaya tidak tertular.

Yang harus berhadapan dengan dimensi ekonomi dimana dampak pandemi melulhlantakkan sendi perekonomian masyarakat di berbagai bidang. “Makanya terkadang seorang pemimpin kita dituntut membuat sebuah kebijakan yang tidak populer bahkan nyaris tak disukai.

“Tapi disisi lain efek dari kebijakan yang dilaksanakan tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat meski harus melalui rentang waktu yang tidak sebentar. Bahkan ada kata-kata yang terkesan sarkasme pilih mana mau mati kena Covid atau karena lapar,” kata Bupati Empat Lawang (4L), H Joncik Muhammad,S.Si,M.Si  usai melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Ar-Raiyyah DPRD Sumsel, Jumat (11/9).

Dicontohkan, kebijakan pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan yang menuai pro dan kontra. Salah satunya dari Menko Perekonomian Airlangga Hartanto yang menyebut pemberlakuan kembali PSBB berpotensi membuat perekonomian di ibukota akan kian terpuruk.

“Tanpa bermaksud membela Pak Anis sebagai sesama kepala daerah kami kira beliau pastinya sudah memiliki argumen yang kuat untuk kembali memberlakukan PSBB. Atau barangkali juga karena faktor pondasi ekonomi kita yang justru rapuh,” kata mantan anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 ini.

Khusus Kabupaten 4L yang saat ini masih berstatus zona hijau dalam penyebaran Covid-19, Joncik memastikan hal itu tidak lantas membuatnya beserta segenal jajaran menjadi euforia dan lengah. “Wabah ini sudah mulai bermutasi dan tidak terlihat, makanya harus tetap waspada. Terpenting patuhi protokol kesehatan dengan disiplin mengenakan masker, cuci tangan hingga berlakukan social distance,” katanya.

Selain itu, juga diingatkan agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dan imunitas tubuh. Diantranya dengan menjaga pola makan, mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, multivitamin dan terpenting dengan istirahat dan olahraga teratur.

Di daerahnya, Joncik mengaku beberapa waktu lalu ada satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Lalu, dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Tapi, sejumlah anggota keluarganya justru beramai-ramai ikut dalam pemakaman.

“Begitu saya tahu langsung saya minta tim gugus tugas melakukan rapid test dilanjutkan tes swab terhadap puluhan orang yang ikut dalam prosesi pemakaman. Hasilnya satu orang dinyatakan positif dan saat ini dilakukan isolasi terhadap yang bersangkutan,” katanya seraya berharap kedisiplinan dari masyarakat selama menghadapi pandemi ini.#osk