Palembang Kini Miliki 7 Orang TACB, Lima Orang Diantaranya Unsur Pemerintah

8

BP/DUDY OSKANDAR
Walikota Palembang H Harnojoyo saat melantik TACB, Kamis (10/9)

Palembang, BP

Setelah sekian lama , akhirnya kota Palembang memiliki Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang Tahun 2020,

Mereka terdiri dari :

Ketua di jabat Dr. Retno Purwanti, M.Hum (Balar Arkeologi Sumatera Selatan)

Lalu anggota terdiri dari : Siti Emma Sumiatul, Ssos Msi (Pemerintah Kota Palembang),  Evi Apriani ST  Msi IAA (Pemerintah Kota Palembang), Tri Hapsari Mst Mup (Pemerintah kota Palembang), RM Ali Hanafiah (Budayawan), Alan Guneri SST Pmh (Pemerintah Kota Palembang), Nyimas Ulfah Aryeni, SS. Msi (Pemerintah kota Palembang.

7 orang tersebut , resmi dilantik oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo di rumah Dinas Walikota Palembang di Jalan Tasik, Palembang, Kamis (10/9).

Ketua TACB kota Palembang, Dr. Retno Purwanti, M.Hum mengatakan, untuk kota Palembang yang ditetapkan yang pertama sebagai bangunan cagar budaya adalah Pasar Cinde yang ditetapkan oleh walikota Palembang.

“ Tapi yang bersidang pada waktu itu adalah TACB Provinsi bukan kota, karena TACB kota waktu itu tidak korum, “ katanya.

Dia mengusulkan untuk tahun depan Dinas Kebudayaan kota Palembang menganggarkan  dana yang cukup untuk menindaklanjuti cagar budaya yang datanya sudah masuk di Registrasi Nasional (Regnas) .

“ Yang alot itu  bukan soal kelengkapan data tapi siknifikansinya, ini penting, karena kalau mau ditetapkan sebagai cagar budaya harus memiliki nilai penting yaitu sejarah, nilai penting budaya,nilai penting agama, nilai penting ilmu pengetahuan itu diantaranya, ini biasanya perdebatan alotnya terjadi disini,” katanya.

Sedangkan Walikota Palembang H Harnojoyo berharap kedepan TACB dapat membantu dalam menggali warisan-warisan kota Palembang serta menggali budaya kota Palembang.

“Yang pastinya, kita berharap tim Cagar Budaya inikedepan dapat membantu dalam menggali budaya-budaya kota Palembang, serta menggali warisan-warisan kota Palembang dan tentu juga dapat mengenalkan kota Palembang kita ini,” kata Harnojoyo.

Ia juga memaparkan, bahwa warisan kota Palembang serta destinasi yang yang mampu menjadi Cagar Budaya saat ini dinilainya masih sangat banyak dan masih dapat untuk digali. “Itu bisa makanan serta bisa alam. Tapi kami tadi mengajak kepada Dinas untuk menggalinya satu-satu dahulu,” ujarnya.

 

Walikota Palembang dua periode itu juga berharap, bahwa kedepan Destinasi -destinasi sungai yang ada di kota Palembang juga dapat terus untuk dimaksimalkan. “Jadi orang-orang Palembang yang berada di laut, orang Lampung nanti bisa lihat sungai,” katanya.

 

Harnojoyo juga menceritakan, pada Zaman Belanda sebelum merdeka, kota yang dikenal dengan kuliner khas empek-empek tersebut memiliki sebanyak 371 sungai. “Tetapi karena tidak adanya kepedulian kita selama ini, terkait dengan pembangunan ataupun sampah, akhirnya sungai kita ini tinggal 95,” katanya.

Namun, melalui kegiatan gotong royong yang sering kali dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang, sungai yang ada kota Palembang dapat dikembalikan sebanyak 9 sungai. “Alhamdulillah, dengan kegiatan gotong royong kemarin, sungai kita telah bertambah 9,” kata Harnojoyo.

“Mudah-mudahan dengan dibentuknya Tim Ahli Cagar Budaya ini, sungai yang merupakan Cagar Budaya, sungai yang merupakan warisan ini harus kita pertahankan. Jadi, baik untuk menjadi kota Venesia dari timurnya, maupun untuk pengendalian banjir, yang tentu sangat bermanfaat bagi kota,” katanya.

Masih dikatakannya, melalui Restorasi Sekanak Lambidaro, kedepan sugai-sungai lain yang ada di kota Palembang diharapkan mampu menjadi percontohan bagi sungai-sungai lainnya untuk dapat dilakukan Restorasi.

“Mudah-mudahan, ketika sungai ini kita Restorasi dari Sekanak Lambidaro dan menjadi bagus serta menjadi Destinasi Pariwisata, bukan tidak mungkin nanti sungai-sungai yang lain juga akan ikut,” katanya.#osk