Kasus Covid-19 Di Palembang Menonjak , H Alex Noerdin : Palembang Jangan Santai , Jangan Ada Yang Ditutup-Tutupi

7

BP/DUDY OSKANDAR
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Alex Noerdin saat menyerahkan bantuan berupa alat rapid test kepada pihak RSUD Palembang Bari, Kamis (10/9).

Palembang, BP

Tingginya angka kasus covid-19 di Kota Palembang yang semakin hari semakin melonjak membuat  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Alex Noerdin prihatin.

“Tolong sampaikan ke Walikota Palembang , Jakarta sudah menarik rem darurat, hari senin  tanggal 14 September,  PSBB  secara sangat ketat diberlakukan kembali, seluruh tempat hiburan tutup, restoran hanya take away, ekonomi baru menggeliat kembali tapi begitu  dilepas angka positip covid 19 langsung meroket. Sekarang di Indonesia 300 ribu lebih sehari terus, akan  sudah tembus 200 ribuan , kalau tidak benar dalam dua minggu ini bisa 300 ribu, nah Palembang jangan santai , jangan ada yang ditutup-tutupi, kata Alex dalam  sambutannya  saat menyerahkan bantuan berupa alat rapid test kepada pihak RSUD Palembang Bari, Kamis (10/9).

Penyerahan dilakukan langsung oleh H Alex Noerdin kepada Direktur RSUD Palembang Bari, dr Hj Makiani,MARS di halaman RSUD Palembang Bari.

Menurutnya sebagian besar masyarakat,  50 persen lebih  itu Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Enggak nambah pak, emang enggak testing, bagaimana tahu nambah atau enggak ya ,” katanya dengan nada tinggi.

Oleh karena itu menurut mantan Gubernur Sumsel dua periode ini, rapid test ini  jika dilakukan tes seseorang jika tidak reaktif maka yang bersangkutan aman, tapi kalau reatif dilakukan swap test, swap test positip maka harus isolasi mandiri kalau tanpa gejala.

Dijelaskannya kini rumah sakit semuanya penuh , 100 dokter lebih sudah menjadi korban.

“ Di Jakarta sudah diinstruksikan seluruh rumah sakit swasta yang tadinya tidak menerima pasien covid-19itu diinstruksikan , diperintahkan terima tapi kapasitas bed, ICU itu sudah hampir penuh, kalau dibiarkan pertengahan  september ini sistim kesehatan Jakarta runtuh, dokter , patra medis , juru rawat sudah kelelahan, sudah capek, kalau runtuh tinggal imunity, siapa yang masih kuat, gagah , punyai duit akan selamat,” “katanya.

Karena itu Alex, meminta Staf Ahli Walikota Palembang bidang pemerintahan, sosial dan kemasyarakatan, Herly Kurniawan,S.Sos,MAP agar pesannya ini disampaikan ke Walikota Palembang dan jangan ada yang ditutup-tutupi.

“Jangan anggap remeh  covid-19 dan jangan eforia bahwa vaksin covid-19 akan ditemukan, belum , belum pasti, kalaupun langsung ditemukan  , bukan berarti kita bebas tidak pakai masker lagi,” katanya.

Sebelumnya  menurut Alex, dirinya sudah mengingatkan semua pihak untuk harus selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Lihat saja di Pasar 16 saat ini masih cukup banyak yang tak mengenakan masker. Ini menjadi kewajiban kita bersama terutama pemerintah harus menindak tegas terhadap warganya yang tak patuh protokol kesehatan,” katanya.

Wakil rakyat yang dikenal sebagai pelopor program sekolah dan berobat gratis di Indonesia ini, pemberian bantuan set rapid test ini bukan sebatas bantuan. Ini sekaligus mengingatkan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk serius dalam menangani permasalahan pandemi.

Sedangkan staf ahli Walikota Palembang bidang pemerintahan, sosial dan kemasyarakatan, Herly Kurniawan,S.Sos,MAP yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan H Alex Noerdin ini.

Di kesempatan itu, Herly mengaku di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah dalam posisi dilematis bak buah simalakama. Di satu sisi, inginnya pemerintah menjaga warganya agar terhindar dari penularan wabah Covid-19.

Sisi lain, perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat pandemi harus bangkit.

Direktur RSUD Palembang Bari, dr Hj Makiani,MARS mengapresiasi bantuan rapid test dari salah satu unsur pimpinan Komisi VII DPR RI ini. “Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai gubernur Sumsel, tapi perhatian beliau terhadap RSUD Bari sangat luar biasa,”  katanya.#osk