Home / Headline / Duren Padang Pariaman Aromanya Bius Warga PALI

Duren Padang Pariaman Aromanya Bius Warga PALI

Uda saat memperlihatkan duren jualannya asal Kota Padang Pariaman.

PALI, BP–Buah durian asal Padang Pariaman Sumatra Barat mulai hiasi sudut Kota Pendopo dan menebar aroma, membius sejumla warga Pendopo yang melintas di kawasan Jalan Merdeka golf di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Dari kejauhan sudah tampak tumpukan buah durian asal Padang tersebut, yang digelar oleh pedagang di pinggir jalan dengan membuka lapak kaki lima seadanya dan memanfaatkan mobil bak terbuka. sehingga memikat warga yang melintas.

Salah seorang pedagang buah durian Uda (45) mengatakan, buah durian sengaja Ia datangkan dari Kota Padang Pariaman itu sejak dua hari terakhir di gelarnya, karena di Sumsel buah yang memiliki arumah khas tersebut masih tergolong langkah karena belum belum musim khususnya di Kabupaten PALI.

“Sekarang ini kebun buah durian milik masyarakat dan petani di Padang Pariaman sedang panen, kita pasok dari sana, untuk kita jual di Kabupaten PALI. Karena di sini belum musim dan langkah makanya kita sengaja jual di PALI,” ujarnya, Rabu (9/9)

Menurutnya, buah durian dijual dengan harga bervariasi tergantung besar kecilnya ukuran, paling murah dijual Rp 20.000 per buah dan paling tinggi ditawarkan Rp 50.000 per buah, untuk buah durian yang mangkal di pinggir jalan Merdeka kawasan Golef Handayani Mulia tersebut.

Sementara salah seorang pembeli, Owen (21) wrga Perigi Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi mengatakan, dalam kondisi langkah buah durian pada saat ini, Dia membeli buah durian dalam jumlah secukupnya karena selain harganya relatif mahal durinya bagus bagus dan manis.

Buah durian ini selain untuk dimakan langsung, ada juga yang dibuat berbagai makanan olahan seperti kolak dan juga diawetkan untuk dijadikan sambal dan penyedap makan masak tumisan, seperti tempoyak. “Buah durian bisa diolah menjadi bermacam-macam makanan, jika tidak habis dimakan langsung dapat dijadikan kolak sebagai makanan ringan di sore hari bahkan bisa dibuat dodol durian yang dikenal di daerah ini dengan sebutan lempok durian serta bisa juga dibikin tempoyak menjadi paporet wong kito,” kata Owen sambil makan duren.#hab

 

x

Jangan Lewatkan

Di Hari Dokter Nasional, Akbar Alfaro Minta Pemkot Perhatikan Anak serta Keluarga Para Dokter dan Tenaga Medis yang Meninggal Akibat Covid 19

Palembang, BP–Tepat tanggal 24 Oktober 2020, masyarakat Indonesia memperingati hari dokter nasional. Namun peringatan hari dokter pada tahun ini berbeda ...