Di Tengah Pandemi, Panca-Ardani Prioritaskan Jaga Kesehatan

8

# 2 Pasang Balon Bupati dan Balon Wabup Tidak Hadir, Diduga Terkena Corona

Balon Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Ardani Akbar MY dan Balon Wabup Ardani saat hari pertama tes kesehatan.

Inderalaya, BP–Di tengah pandemi corona, Balon Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Ardani Akbar MY dan Balon Wabup Ardani tetap memrioritaskan untuk menjaga kesehatan.

Pasalnya saat hari pertama pelaksanaan tes kesehatan berupa tes psikologi, wawancara serta pengambilan tes urin, setidaknya 2 paslon kepala daerah dan wakil tidak hadir lantaran diduga terkena corona. Mereka diduga berasal dari Kabupaten Pali dan Muratara, akibatnya paslon tersebut tidak bisa melakukan tes kesehatan di RSMH Palembang.

“Alhandulillah tahap pertama tes psikologis ada 900 soal, alhamdulillah selesai, tes wawancara alhamdulillah selesai, bahkan kita juga sudah diambil urin untuk ke BNN hasilnya silahkan tanya ke mereka. Untuk besok Selasa (8/9) kita tes kesehatan dari ujung rambut sampai kaki, pengecekan kesehatan organ dalam. Ya kita juga prihatin ada 2 paslon dari lain daerah yang tidak hadir apalagi ditengah wabah pandemi ini.  Untuk pencegahannya kita wajib menjaga kesehatan, melakukan sosial distancing (jaga jarak-red), menggunakan masker, menjaga kesehatan makan tidur yang cukup agar badan dan pikiran menjadi fit,”jelas anak kelima dari Wagub Sumsel H Mawardi Yahya dan Hj Fauziah MY ini, Selasa (8/9).

Baca:  Mahasiswa Harus Awasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Di Sumsel

Bahkan untuk tes pada hari kedua Rabu (9/9) dirinya bersama pasangannya Ardani juga menyiapkan diri berupa melakukan puasa sejak pukul 10.00wib untuk diambil sample darah dan pemeriksaan kesehatan fisik.

” Ya Insya Allah sehatlah, kita juga berharap kedepan semua rangkaian pilkada ini bisa dilewati dengan baik dan tanpa halangan berarti demi mewujudkan Ogan Ilir Bangkit Kembali, insya Allah demi kemenangan Panca-Ardani sebagai bupati dan wabup OI periode 2021-2026, demi kemenangan seluru rakyat OI,” tegasnya.

Baca:  Berulangkali Foto Bersama, Alfa Terus Menangis dan Menarik Baju Calon Bupati OI Panca MY Agar Tak Pulang

Dr Julius Anzar, Ketua Panitia Tim Pemeriksa Medical Cek Up Pilkada Serentak, mengatakan, pemeriksaan kesehatan berlangsung dua hari, 8-9 September 2020. Agenda hari pertama, setelah seremonial pembukaan, dilanjutkan tes tertulis psikologi (psikotes) dari Himpunan Psikologi Indonesia Sumsel.

“Tes psikologi sampai pukul 12 siang di aula atas. Peserta ada sepuluh pasang calon. Tiga pasang lagi menyusul,” katanya kepada media di sela pemeriksaan kesehatan paslon.

Dikatakan, dari tiga pasang yang tidak hadir, dua pasang di antaranya berasal dari kabupaten kota yang hanya satu kandidat peserta pilkada. Alias tidak punya lawan.

“Kata KPU tadi harus dibuka lagi pendaftarannya selama seminggu ke depan, untuk mencari pasangan calon baru. Itupun kalua ada. Salah satu paslon lagi sedang sakit Covid-19. Jadi kita tunda dulu (pemeriksaan kesehatan),” kata dr Julius ini.

Baca:  Hanya Diupah Rp30 Ribu dan Rokok Satu Bungkus, Pembagi Kartu Tranformasi Pertanian Dipanggil Bawaslu

Pasalnya berdasarkan persyaratan, hasil tes swab peserta haruslah negatif Covid-19. Kalau belum sembuh, harus beristirahat sampai benar-benar sembuh..

“Nanti dia menyusul untuk tes kesehatan. Jadi hari ini hanya sepuluh pasang atau 20 orang,. Yang jelas jika ada balon kepala daerah terkena corona, itu tidak akan menggugurkannya dalam pencalonan diri,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU OI Massuryati mengatakan ada 2 balon bupati dan balon wabup yang sudah mendaftar diri ke KPU OI, mereka adalah Panca Wijaya Akbar-Ardani dan Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak, dan mereka hadir untuk mengikuti rangkaian tes kesehatan di RSMH Palembang. #hen