6 Balonkada Tak Ikuti Test Kesehatan di RSMH Palembang

11

BP/IST
20 Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada)  dan Wakil Kepala Daerah yang ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020 mengikuti rangkaian tes kesehatan di Graha Spesialis di RSUP Dr Moehammad Hoesin  Palembang  atau RSMH Palembang, Selasa (8/9).

Palembang, BP

20 Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada)  dan Wakil Kepala Daerah yang ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020 mengikuti rangkaian tes kesehatan di Graha Spesialis di RSUP Dr Moehammad Hoesin Palembang  atau RSMH Palembang, Selasa (8/9).

Ada enam orang yang belum mengikuti tes kesehatan kali ini yakni paslon di OKU Drs H Kuryana Azis-Drs H Johan Anura dan OKU Selatan, Popo Ali-Sholihien Abuasir. Kedua daerah ini ditunda pemeriksaaan kesehatan balonkadanya lantaran ada perpanjangan pendaftaran oleh KPU setempat.

Sedangkan dua lainnya yang tidak hadir yakni Balonbup Petahana PALI, Ir H Heri Amalindo dan Balonwabup Muratara, H Surian Sofyan yang saat ini tengah dalam perawatan medis karena sakit.

Ketua tim Medical Check-up (MCU) untuk Pilkada Serentak 2020 RSMH Palembang, Dr Julius Anzar,Sp.A (K) mengatakan, untuk keenam Balonkada yang belum melaksanakan pemeriksaan kesehatan ini nantinya bakal disusulkan.

“Khusus bagi dua calon yang saat ini dalam kondisi sakit kita berikan waktu untuk beristirahat terlebih dulu. Jika sudah sehat baru kita mintakan untuk menjalani tes kesehatan,” katanya.

Dalam tes kesehatan balonkada ini RSMH menurunkan sebanyak 25 dokter diantaranya dua orang dokter bedah urologi, orthopedi, kejiwaan dan dokter spesialis lainnya.

“Nantinya hasil pemeriksaan yang dilakukan selama dua hari ini kit rekap, termasuk pemeriksaan psikologi yang dilakukan rekan-rekan Himsi Sumsel. Hasilnya dibawa ke rapat pleno dengan hasil akhir akan diserahkan langsung kepada KPU yang menyerahkannya secara langsung kepada calon bersangkutan paling lambat Kamis ini,” katanya.

Sedangkan pemeriksaan kesehatan berlangsung dua hari, 8-9 September 2020. Agenda hari pertama, setelah seremonial pembukaan, dilanjutkan tes tertulis psikologi (psikotes) dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Provinsi Sumatera Selatan.

“Tes psikologi sampai pukul 12 siang di aula atas. Peserta ada sepuluh pasang calon. Tiga pasang lagi menyusul,” katanya kepada media di sela pemeriksaan kesehatan paslon,” katanya.

Dikatakan, dari tiga pasang yang tidak hadir, dua pasang di antaranya berasal dari kabupaten kota yang hanya satu kandidat peserta pilkada. Alias tidak punya lawan.

“Kata KPU tadi harus dibuka lagi pendaftarannya selama seminggu ke depan, untuk mencari pasangan calon baru. Itupun kalau ada. Salah satu paslon lagi sedang sakit Covid-19. Jadi kita tunda dulu (pemeriksaan kesehatan),” kata  dokter RSMH Palembang ini.

Pasalnya berdasarkan persyaratan, menurut dia, hasil tes swab peserta haruslah negatif Covid-19. Kalau belum sembuh, harus beristirahat sampai benar-benar sembuh.

“Nanti dia menyusul untuk tes kesehatan. Jadi hari ini hanya sepuluh pasang atau 20 orang,”  katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tes psikologis berlangsung hingga pukul 12.00. Setelah itu, pasangan calon pilkada istirahat satu jam di Graha Eksekutif.

“Kemudian dilanjutkan tes wawancara. Peserta 20 orang. Kamar wawancara ada enam. Jadi pelaksanaannya agak cepat. Satu orang bisa setengah jam ditanyai. Berarti satu kamar bisa tiga sampai empat orang. Sekitar satu sampai dua jam,” katanya.

Mereka yang selesai, berlanjut tes urin bebas narkoba dari Badan Narkotika Nasional selama sepuluh hingga 15 menit. Usai menjalani proses tersebut, lanjut tes tertulis psikater selama satu jam. Barulah diperbolehkan pulang. “Itu untuk rangkaian tes kesehatan hari pertama,” katanya,

Di hari kedua, pelaksaaan tes kesehatan dimulai pukul 07.30 di Graha Eksekutif. Mereka diantar ke ruang tunggu masing-masing. Ada delapan ruang tunggu disiapkan.

“Jadi kalau orang 20, satu ruang tunggu bisa untuk beberapa orang. Di sana mereka ganti baju piyama yang sudah siapkan. Berikut sandal yang telah disiapkan di loker,” katanya.

Para paslon, ia melanjutkan, didampingi perawat yang mengarahkan alur pemeriksaan. Setelah ganti baju, mereka menjalani pemeriksaan urin dan darah.

“Ini untuk medis, bukan untuk BNN. Jadi nanti malam mereka disuruh puasa. Paginya periksa gula darah,” katanya.

Ada dua kamar pemeriksaan. Masing-masing kamar, sepuluh orang yang diperiksa. Setiap orang diperkirakan makan waktu lima menit, untuk diambil darah dan urin.

“Setelah itu mereka menuju kamar USG sekitar sepuluh menit. Lalu berlanjut pemeriksaan organ tubuh. Mulai mata, telinga, jantung, paru, tulang, saraf,” katanya.

Lantaran kamar pemeriksaan banyak, 20 peserta ini berbagi. Tidak harus menunggu sampai selesai. Ada juga yang kebagian tes wawancara psikiater.

“Setelah periksa USG, mereka pecah puasa. Kita berikan kudapan untuk membatalkan puasa. Dua jam setelah itu, pemeriksaan gula darah sekitar pukul 09.30. Diperkirakan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan rampung paling lambat pukul 17.00,” katanya.

Dikatakan, hasil pemeriksaan sudah bisa diketahui pada Kamis (10/9). “Kita rekap hasil pemeriksaan Rabu sore. Jadi pada Kamis diumumkan hasil. Nanti ada rapat plenonya. Himpsi menyerahkan hasil, pun BNN. Mereka ikut juga rapat pleno itu. Dibahas di sana,”  katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel , Kelly Mariana menyebut tes kesehatan ini digelar selama dua hari (8 dan 9 September 2020) yang diikuti oleh lima kabupaten di Sumsel.

Sedangkan dua kabupaten lainnya masih menyisahkan calon tunggal yang berdasarkan ketentuan KPU harus memperpanjang masa pendaftarannya.

“Hari ini tes kesehatan diikuti balonkada dari 5 kabupaten,”  katanya.

Sedangkan dari lima kabupaten tersebut terdapat dua balonkada yang tidak hadir yakni berasal dari kabupaten Pali dan Musi Rawas Utara.

“Ada dua yang harus izin karena sakit dan tengah menjalankan istirahat terlebih dahulu. Saya tak bisa katakan  bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati,” kata Kelly.

Untuk dua balonkada yang tidak hadir, maka tes kesehatan akan disusul pada 13-14 September nanti. “Semua balonkada harus tetap dilakukan pemeriksaan kesehatan. Karena hal tersebut sesuai dengan ketentuan dan syarat,” ucap dia.

Tes kesehatan para balonkada hari ini, dijadwalkan akan berakhir pada pukul 17.00 wib. Adapun, balonkada yang menjalani tes kesehatan berasal dari Kabupaten OKU Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, dan PALI.

Sedangkan Ketua KPU Muratara, Maryanto mengatakan, tahapan tes kesehatan kali ini diikuti oleh tiga paslon, minus satu Balonwabup, H Surian Sofyan yang kini tengah menjalani proses karantina mandiri. Sedangkan pasangannya, balonbup Drs H Syarief Hidayat hadir untuk menjalani tes kesehatan.

Sementara, dua paslon lain yang hadir yakni Devi Suhartoni-H Inayatullah serta paslon dari jalur perorangan H Akisropi Ayub-Baikuni.

“Tahapannya tetap berlanjut meskipun ada calon yang tidak ikut tes kesehatan. Nanti bisa disusulkan dan tidak sampai mengganggu untuk tahapan-tahapan selanjutnya,” kata Maryanto.

Ketua KPU PALI, Sunario menuturkan mereka KPUD PALI sudah menerima surat keterangan resmi dari dokter yang merawat Heri Amalindo. Surat diserahkan beberapa jam sebelum tes dilakukan.

“Pak Heri Amalindo masih dirawat di rumah sakit jadi tidak bisa mengikuti tes yang kita gelar. Kita sudah menerima surat keterangan resmi dari dokter yang merawatnya,” katanya.

Tekait beredarnya isu jika Bacabup petahana, Heri Amalindo positif Covid-19, Sunario memastikan kalau isu tersebut tidak benar.

Sebab, berdasarkan hasil Swab tes yang diterima dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang dengan namor C035827B dipastikan hasilnya negatif.

“Hasil SWAB tes itu tertanggal 2 September. Jadi dipastikan Pak Heri Amalindo negatif Covid-19. Tapi, memang sekarang ini masih dirawat di rumah sakit. Informasi dari dokter jika sakit asam lambung,” terangnya.

Dengan tidak ikut tes yang digelar itu, Sunario menjelaskan, jika tidak serta merta mengugurkan pencalonan. Karena, akan dilakukan tes kesehatan susulan.

“Mekanismenya mungkin akan berbarengan dengan tes kesehatan Paslon dari OKU Selatan dan Kabupaten OKU,” katanya.

Pada intinya pihak KPU PALI masih menunggu hingga batas waktu penetapan bakal calon pada tanggal 23 September 2020.

“Jika Paslon bersangkutan melebihi batas waktu tersebut. Maka akan kita konsultasikan dulu ke KPU RI sehingga bisa didapat keputusannya. Apakah nanti calonnya diganti atau tidak,”  katanya.#osk