Mahasiswa SPI UIN Raden Fatah dan Balar Sumsel Lakukan Penelitian di Kawah Tengkurep

13

Palembang, BP

Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah dan Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel)  dengan dipimpin oleh Ibu Dr. Retno Purwanti, M.Hum melakukan penelitian di Makam Kawah Tekurep, Senin  (7/9)

Balai Arkeologi Sumsel, dalam agendanya mengajak para Mahasiswa SPI ini untuk mengetahui metode dalam menganalisis makam-makam yang ada di Kawah Tekurep secara baik dan sehubungan juga dalam Mata Kuliah Praktik Penelitian Lapangan (PPL) yang pada saat ini sedang ditempuh para mahasiswa

Balai Arkeologi telah memulai agenda Penelitiannya dari tanggal 2 September 2020 dengan disusul mahasiswa SPI pada hari Senin, 7 September 2020.

Sebagai obyek penelitian diantara nya makam Kawah Tekurep, Panembahan, Gedingsuro, Sabokingking, Takangkerangga, Panembahan Hamim, Cinde, Sultan Mansyur, Makam Sultan Agung, Kambangkoci dan Pangeran Nangling.

Sebelum melakukan penelitian secara langsung, Dr. Retno Purwanti, M.Hum, memberikan arahan sebelum memulai kegiatan dan memberikan masukan untuk mempermudah dalam menyelesaikan Penelitian pada hari ini.

“kita harus mempersiapkan beberapa alat agar penelitian dapat dengan mudah diteliti seperti membawa roll meter, buku skala centimeter, alat tulis, sarung tangan dll, dan disaat pandemi maka kita juga harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah yaitu memakai masker dan jangan lupa mencuci tangan atau membawa handsanitaizer” kata Retno menjelaskan dihadapan para mahasiswa.

Mahasiswa SPI yang mengikuti kegiatan ini, berjumlah 10 orang, ialah Suryo Arief Wibowo, Aldy Hidayat Pratama, Budi Aswar, Ari Gunawan, Akhmad Fikri Renaldi, M. Rizky Arjuni, Annisa Meidonia, Holiza, Widia Ningsih dan Aisyah Lutfhie Naufal

Pada hari ini, para mahasiswa dibagi dua kelompok, kelompok pertama ditugaskan untuk mengskate makam yang ada di Kompleks Sultan Bahaudin dan kelompok kedua ditugaskan untuk mengukur, memfoto makam dan menganalisis ragam hias juga inskripsi dari makam yang berada di kompleks Sultan Ahmad Najamudin.

Dalam kegiatan PPL kali ini, telah menemukan jenis-jenis nisan yang bercorak Aceh, dan Demak Troloyo dan membuat para mahasiswa terkagum yaitu adanya tulisan Cina di Nisan yang berada di Makam Kawah Tekurep.

“Saya sangat antusias sebagai mahasiswa yang berjurusan Sejarah Peradaban Islam.. Karena eksplorasi kali ini telah membuka wawasan saya terkait banyaknya hal yang tidak saya ketahui tentang Arkeologi Islam yaitu tentang makam itu sendiri. Harapan saya kegiatan ini bisa terus ada dan bisa menjadi kawan-kawan lainnya tertarik untuk dijadikan tulisan akhir yaitu skripsi.,” kata salah satu mahasiswa SPI, Suryo Arief Wibowo.

Retno berharap tentu saja, agar semua mahasiswa yang ikut penelitian ini bisa memahami metode penelitian arkeologi, tahapan-tahapannya, mulai dari teknik pengumpulan data, analisis sampai ke penulisan laporan dan terakhir membuat tulisan.

“Dari kegiatan lapangan ini diharapkan juga peserta bisa membedakan mana makam kuna dan makam baru. Perubahan-perubahan apa saja yang terjadi, penambahan material atau pengrusakan” katanya.#osk