Home / Headline / Komisi I DPRD Sumsel Pelajari Persiapan Pilkada di Lampung

Komisi I DPRD Sumsel Pelajari Persiapan Pilkada di Lampung

BP/IST
Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  melakukan kunjungan kerja ke KPU Provinsi Lampung, Kamis (3/9). Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami SH MH beserta jajaran sekretariat.

Palembang, BP

Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  melakukan kunjungan kerja ke KPU Provinsi Lampung, Kamis (3/9). Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami SH MH beserta jajaran sekretariat.

“Beberapa poin yang didiskusikan dengan KPU Lampung diantaranya terkait bantuan dana hibah, persiapan Pilkada dan upaya peningkatan partisipasi masyarakat,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Antoni Yuzard SH MH.

Dikatakan politisi PKB ini, terkait dana hibah seperti di Sumsel mendapatkan Rp10 M. Kemudian tahapan pencalonan yang sebentar lagi memasuki tahapannya bagaimana dinamika dan penyelesaiannya. “Begitu juga angka partisipasi dan upayanya di tengah pendemi ini, apakah juga mengedepankan kearifan lokal,” katanya.

Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami SH MH mengatakan,  di Lampung akan menggelar delapan pilkada kabupaten/kota dengan support melalui dana hibah rutin untuk Pilkada serentak tahun ini sebesar Rp 1 M.

“Untuk partipasi walaupun di massa Covid kami tetap optimis dengan target secara nasional 77,5 persen. Akan tetapi bedanya akan kami maksimalkan dengan sosialisasi daring melalui dunia maya,” kata Erwan.

Sedangkan mengenai pencalonan, pihaknya menegaskan belum bisa mengikat sebelum pencalonan. Tetapi beberapa persoalan yang akan muncul seperti kepengurusan partai yang lama, bakal calom kepala daerah yang maju tapi tidak diusung partai.

“Kami Belum ada pengalaman Pilkada di temgah Covid. Tapi berdasarkan surveg 4-6 Juni lalu hasil survey litbang Kompas 64,8 persen pemilih akan mengunakan hak pilihnya. Sehingga kita tetap optimis,” katanya.

Masih menurut Erwan, Pilkada serentak ini ada 4 tahapan yang dikhawatirkan dapat menimbilkan cluster Covid. Dua diantaranya sudah dilalui yakni verifikasi calon perseorangan dan coklit data pemilih. “Dua lagi belum dan akan dihadapi semoga tidak terjadi seperti yang kita khawatirkan yakni tahapan kampanye dan pemilihan penghitungan suara,”  katanya.

Diketahui, Proyeksi pemetaan pemilih TPS jumlah awal 8.087 TPS di karenakan pemilih maksimal 500 jadi untuk proyeksi TPD tahun 2020 berjumlah 10.865 TPS terdapat kenaikan 2.778 TPS, untuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) awalnya

11.827 personil 13.112 yang sudah dilakukan dalam rangka persiapan di pemilihan delapan kabupaten/kota tersebut. #osk

 

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Pabrik Aspal Karet Muba Salah Satu Kontribusi Nyata Pulihkan Ekonomi Nasional di Masa

Masa Depan Petani Karet Sumsel Diharapkan lebih Sejahtera Sekayu, BP–Kegelisahan petani karet akibat harga yang terus anjlok akhirnya ditemukan solusinya ...