Home / Headline / Warga Desa Tanjung Tambak dan Tanjung Tambak Baru Gusar

Warga Desa Tanjung Tambak dan Tanjung Tambak Baru Gusar

# Hadiri Silaturahmi Balon Bupati AW Noviadi MY dan Balon Wabup OI Ardani Diisukan Penerima BLT dan PKH Bakal Dicoret!

Balon Bupati OI AW Noviadi MY dan Balon Wabup Ardani menyapa dan berdialog dengan warga Desa Tanjung Tambak dan Desa Tanjung Tambak Baru.

Inderalaya, BP–Puluhan warga Desa Tanjung Tambak dan Tanjung Tambak Baru, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) gusar. Pasalnya mereka yang hadir dalam kegiatan silaturahmi Balon Bupati OI AW Noviadi dan Balon Wabup OI Ardani diisukan bakal dicoret sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Seperti yang dikhawatirkan Husnai, warga Desa Tanjung Tambak, ia mengaku mendapatkan isu jika menghadiri kegiatan silaturahmi akan dicoret sebagai peserta BLT. “Ya biarlah, saya juga sudah di sini. Ingin melihat secara langsung Pak Opi dan Pak Ardani, semoga kalau mereka jadi kepala daerah ada harapan baru untuk memajukan daerah kami. Terutama lansia tolonglah dibantu, misalnya bantuan makanan bergizi dan bantuan perlengkaoan sholat,” harapnya.

Warga Desa Tanjung Tambak Baru, Yay, juga mengaku jika sempat mendengar soal isu tersebut. Namanya isu belum tentu kebenarannya, jadi diamkan saja. Biarlah yang penting saya sudah disini, ingin mendengar pidato Pak Opi, selain itu alhamdulillah dapat rejeki sembako,” katanya.

Balon Bupati OI AW Noviadi MY mengatakan masyarakat jangan khawatir dan risau soal bantuan dana PKH dan BLT, pasalnya dana tersebut berasal dari pemerintah pusat bukan pemerintah daerah.

“Jangan gunakan kekuatan untuk mengancam atau membuat warga khawatir. Ingat ada akherat, kalau memang hak warga seperti dana PKH dan BLT ya seharusnya disalurkan. Dana tersebut bisa mengucur karena adanya data dari BPS. Jadi jangan risau, sampai nama penerima dicoret, selagi masih ekonominya patut dibantu ya wajib dibantu. Kecuali yang dapat pkh sudah punya mobil atau rumah gedong wajarlah kalau tidak dapat lagi. Jadi warga jangan mau ditakut-takuti, tidak usah gusar. Kalau memang ada laporkan!” katanya. #hen

x

Jangan Lewatkan

Bank Sumselbabel Tetap Bertahan di Pandemi Covid-19

Palembang, BP Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) HM Giri Ramanda N Kiemas melihat hingga saat ini di mana ...