Home / Headline / Warga Desa Sungai Rambutan Keluhkan Abutment Jembatan yang Amblas dan Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Desa Sungai Rambutan Keluhkan Abutment Jembatan yang Amblas dan Tak Kunjung Diperbaiki

#Proyek Belasan Miliar Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Kondosi jembatan Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Inderalaya, BP–Warga Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan abutment yang amblas dan tak kunjung diperbaiki. Jembatan tersebut dibangun bertahap sejak 2016,2017 dan 2018 diperkirakan nilainya mencapai Rp16 miliar, sayangnya proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi. Jembatan cor beron dan rangka baja tersebut mulai difungsikan Januari 2019 lalu.

Abutment atau kepala jembatan adalah bagian bangunan pada ujung-ujung jembatan, selain sebagai pendukung bagi bangunan atas abutmen juga berfungsi sebagai penahan tanah. Bahkan informasinya abutment tersebut amblas setelah satu bulan jembatan dikerjakan.

Seperti yang dikeluhkan warga SP3 Dusun 1 Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Siti Atika, mengatakan pembangunan jembatan yang memakan dana belasan miliar tersebut kini kondisinya amblas. “Bingung juga mengapa jembatan itu bisa amblas, padahal umurnya masih pendek, ya kalau lebih dari satu tahun  dibangun kan tergolong baru. Namun kondisinya sudah parah, kami warga desa susah kalau melintas takutnya ambruk bagian pinggirnya. Ya intinya kami minta ini segera diperbaiki,”kata ibu dua anak ini, Minggu (30/8).

Warga SP1 Dusun 2 Desa Sungai Rambutan Susi mengatakan jembatan tersebut amblas membuat warga susah melintas. “Kami ini sudah senang jembatan dibangun, tapi kalau asal jadi warga juga susah, belum apa-apa bagian depannya sudah amblas. Kami warga gotong royong menanamkan besi yang disusun sejajar dari jembatan lama yang sudah ambrol, agar bisa melintas. Ya diakalilah, kalau tidak kami susah. Kami itu sudah laporan ke kades agar kades bisa ke dinas untuk memberitahukan soal ini, entah sampai saat ini belum diperbaiki. Tolonglah kepada pihak terkait agar segera memperbaikinya,” tegas Susi.

Kades Sungai Rambutan Wili sebelumnya pernah menyebutkan bahwa pihaknya sudah meminta kepada Disnakertrans OI untuk segera memperbaiki jembatan tersebut.

Anggota DPRD OI dari Komisi 3 Haryata menyesalkan pembangunan jembatan KTM Desa Rambutan yang menelan dana belasan miliar rupiah namun terkesan asal jadi,”ya asal-asalan lah, kalau benar mengerjakannya tidak seperti itu. Saya sangat menyesalkannya, kepada dinas terkait harusnya ini segera diperbaiki. Jangan hanya didiamkan saja, ini sudah Agustus 2020, padahal jembatan itu baru beroperasional Januari 2019. Tolong perbaikilah kepada dinas terkait, kedepan akan kita panggilah untuk dimintai keterangannya, mengapa jembatan ini kondisinya seperti ini,” tegas Haryata yang juga Ketua DPD Perindo OI ini.

Bahkan Wagub Sumsel H Mawardi Yahya sempat mengecam pembangunan jembatan cor bwton dan rangka baja yang dinilai asal jadi, “Wah jembatan yang baru dibangun sudah begitu kondisinya. Bahkan kabarnya baru satu bulan sudah hancur. Padahal jembatan tersebut begitu banyak menelan biaya. Saya tidak panjang lebar, saya miris melihat kondisi seperti ini. Bantuan dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi terkesan sia-sia karena pembangunannya tidak maksimal. Sebagai sesepuh OI saya tidak rela melihat rakyat OI makin tertinggal. Miris sekali melihat kondisi rakyat dan pembangunan yang seperti ini. Yang jelas kita perlu perubahan!,” tegasnya.

Sementara itu Kadisnakertrans OI Saili belum bisa dimintai komentar terkait hal tersebut, ditelepon berkali-kali tidak diangkat dan 0esan WA pun tidak dibalas.

Diketahui, jembatan KTM Rambutan dibiayai oleh Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi selama tiga tahun mulai tahun 2016 sampai 2018 rampung dan mulai difungsionalkan pada pertengahan Januari 2019.

Jembatan yang menghubungkan  desa-desa di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten OI dan desa-desa di Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim serta salah satu alternatif jalan menuju Agro Techno Park dan Kebun Raya Sriwijaya di Desa Bakung ini, pernah mengalami keretakan dan bergeser pada Abutment (Kepala) sebelum difungsikan.

Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh tim yang melibatkan dari PUPR Pemkab OI, akhirnya jembatan yang  panjangnya 80 meter dan lebar 9 meter dengan menelan dana hampir Rp16 miliar. #hen

x

Jangan Lewatkan

Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa Dapat Hibah Dua Benda Bersejarah

Palembang, BP Museum Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Palembang mendapatkan hibah dua benda bersejarah yaitu Centong untuk acara adat dan ...