Penyerangan Polsek Ciracas, Setara Institute Minta TNI Tidak Diberi Previlege Hukum

7

Ketua Setara Institute Hendardi

Jakarta, BP–Ketua Setara Institute Hendardi menduga penyerangan Polsek Ciracas dilakukan oknum TNI. Dugaan ini didasarkan atas kronologi dan kesaksian warga

“Jika benar oknum TNI terlibat, Setara Institute mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut. Perilaku mereka merupakan kebiadaban terhadap aparat keamanan negara dan warga sipil,” ujar Hendardi melalui siaran pers, Sabtu (29/8/2020).

Baca:  Soal HAM dan Intoleransi, Jokowi Harus Jawab Harapan Publik

Menurut Hendardi tindakan melawan hukum dan main hakim sendiri, jelas mengganggu tertib sosial dalam negara demokrasi dan negara hukum. Mereka juga merusak dan mengancam keselamatan masyarakat, utamanya warga sipil.

Oleh sebab itu, kata dia, tidak ada pilihan lain bagi aparat hukum untuk mengusut tuntas kekerasan tersebut, termasuk kemungkinan meminta pertanggungjawaban oknum TNI jika terlibat

Baca:  Pembunuhan Para Pekerja di Papua Dapat Mengganggu Program Pembangunan

“Tidak boleh muncul kesan dari institusi dan pihak manapun untuk memaklumi apalagi melindungi perilaku biadab yang dipertontonkan secara terbuka tersebut. Rule of law harus menjadi panglima untuk mewujudkan tertib hukum dan tertib sosial,” tuturnya.

Dikatakan, salah satu penyebab berulangnya peristiwa kekerasan yang diperagakan sejumlah oknum TNI, terlalu lama menikmati keistimewaan dan kemewahan (previlege) hukum.#duk