Home / Headline / DPRD OI Benarkan Transformasi Pertanian Hanya Omong Kosong!

DPRD OI Benarkan Transformasi Pertanian Hanya Omong Kosong!

#Ratusan Miliar Dianggarkan Tahun Depan, Itu Juga Kalau Duitnya Ada!

Anggota DPRD OI M Ali HS

Inderalaya, BP–Anggota DPRD Ogan Ilir (OI) dari Fraksi Golkar, M Ali HS, menegaskan dan membenarkan jika program transformasi pertanian hanya omong kosong belaka. Program transformasi pertanian bahkan belum dianggarkan pemerintah tahun ini.

“Ya ibaratnya program transformasi pertanian ini pelemak makan (janji surga-red) saja. Sekedar janji-janji belaka, omongkosong, tidak dilaksanakan tahun ini. Ya memang janji palsu ibaratnya program palsu. Karena dianggarkan tahun depan Rp221miliar, itu juga kalau ada duitnya!,” ucap M Ali HS yang karib dipanggil Mat Ali yang juga anggota Komisi 2 DPRD OI, Minggu (30/8). Ia pun menyayangkan program tersebut sering digaungkan, padahal kenyataanya belum ada.

Sebelumnya, program transfomasi pertanian selalu didengungkan di kalangan masyarakat, bahkan banner ataupun spanduknya banyak terpasang di pinggir jalan, sayangnya program tersebut dinilai hanya jargon atau pepesan kosong. Bahkan banyak petani yang tidak mengerti apa itu transformasi pertanian.

“Mboh ra ngerti aku, apa itu transformasi pertanian? Tidak pernah mendengar atau melihat. Kami warga Desa Pulau Kabal sepertinya tidak ada bantuan baik pupuk, obat-obatan, bibit maupun bantuan alat pertanian!,” kata petani karet dan sawit Suwito,  usai hadir sebagai penasehat Relawan Tani Ogan Ilir Bangkit yang dilantik langsung oleh Balon Bupati OI AW Noviadi MY dan Balon Wabup OI Ardani di Inderalaya.

Suwito hanya berkeinginan agar sektor pertanian di OI maju, “Kami hanya ingin sebagai petani itu ada bantuan bibit, pupuk, alat pertanian, bagaimana caranya meningkatkan hasil pertanian di tengah krisis ini. Mungkin saja pemerintah bantu, tapi tidak sampai ke kami atau barangkali salah sasaran, saya tidak tahu itu!,” tegasnya.

Petani sayur Sumai, warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu juga mengaku tidak tahu soal transformasi pertanian. “Tidak tahu, tidak pernah mendengar, apa itu transformasi pertanian, apakah sekadar pepesan kosong atau omongan kosong? Yang kami inginkan sebagai petani hanya bibit, pupuk, obat-obatan gratis dan bantuan alat pertanian, sehingga hasil pertanian kami meningkat dan menambah nilai ekonomis,” jelasnya.

Sesepuh OI H Mawardi Yahya mengatakan 65persen masyarakat di OI adalah petani, jadi wajar jika semua petani di OI ini mendapatkan perhatian. “Dalam memprogramkan sektor pertanian, kita tidak cukup dengan angan-angan, isapan jempol, cita-cita, janji-janji. Masyarakat ini sudah cerdas, tidak bisa dibodoh-bodohi, jangan berikan rakyat sekadar janji namun rakyat ingin bukti kerja nyata!” katanya.

Iapun bahkan mempertanyakan soal program transformasi pertanian, mengapa melaksanakan program tersebut harus tahun depan menunggu terpilih kembali menjadi bupati. “Sekarang saja sudah jadi bupati, mengapa harus menunggu tahun depan? Menunggu terpilih lagi, baru akan dilaksanakan. Sekarang laksanakanlah, jangan banyak janji!,” tegasnya.

Menurut Mawardi, kalau ingin sektor pertanian di OI maju, rakyat harus memilih pemimpin yang memiliki komitmen. Karena rakyat tidak butuh  janji yang seremonial.

Balon Bupati OI H Ardani mengatakan transformasi pertanian itu artinya sektor pertanian melakukan  perubahan di segala bidang. “Mengapa  tidak dilakukan dari dulu? Jangan sekadar slogan saja. Barangkali sektor pertanian ini maju menunggu Pak AW Noviadi MY nanti menjadi bupatinya,” ujarnya.

Sementara Kadis Pertanian Hasnandar Pemkab OI menjelaskan bahwa transformasi pertanian adalah benar program Pemkab OI yang akan dilaksanakan pada 2021,”ini benar memang program Pemkab OI, bukan sekedar jargon atau bohong. Memang akan dilaksanakan 2021 karena Bappeda menganggarkannya tahun itu senilai Rp221 miliar. Intinya transformasi pertanian adalah untuk kemajuan pertanian OI!,” tegasnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

H Alex Noerdin : Kegiatan Illegal Mining Harus Segera Diselesaikan Ditingkat Pusat

Muaraenim, BP Wakil Ketua komisi VII DPR RI H Alex Noerdin menegaskan bahwa kejadian tewasnya 11 orang warga di lokasi ...