Home / Headline / Suwito: Transformasi Pertanian, Mboh Ra Ngerti Aku?

Suwito: Transformasi Pertanian, Mboh Ra Ngerti Aku?

#Transformasi Pertanian Sekadar Pepesan Kosong

Suwito, petani Desa Pulau Kabal.

Inderalaya, BP–Program transfomasi pertanian selalu didengungkan di kalangan masyarakat, bahkan banner ataupun spanduknya banyak terpasang di pinggir jalan, sayangnya program tersebut dinilai hanya jargon atau pepesan kosong. Bahkan banyak petani yang tidak mengerti apa itu transformasi pertanian?

“Mboh ra ngerti aku, apa itu transformasi pertanian? Tidak pernah mendengar atau melihat. Yang jelas kalau kami petani itu hanya minta kepada pemerintah agar bisa memberikan pupuk, obat-obatan, bibit dan bantuan alat pertanian. Kami warga Desa Pulau Kabal sepertinya tidak ada bantuan itu,” kata petani karet dan sawit Suwito, Sabtu (29/8), usai hadir sebagai penasehat Relawan Tani Ogan Ilir Bangkit yang dilantik langsung oleh Balon Bupati OI AW Noviadi MY dan Balon Wabup OI Ardani di Inderalaya.

Balon Bupati OI AW Noviad MY dan Balin Wabup Ardani melantik Relawan Tani Ogan Ilir Bangkit Kembali.

Suwito hanya berkeinginan agar sektor pertanian di OI maju,”kami hanya ingin sebagai petani itu ada bantuan bibit, pupuk, alat pertanian, bagaimana caranya meningkatkan hasil pertanian ditengah krisis ini!. Mungkin saja pemerintah bantu, tapi tidak sampai ke kami atau barangkali salah sasaran, saya tidak tahu itu,” tegasnya.

Petani sayur Sumai warga Desa Tanjung Batu Kecamatan Tanjung Batu juga mengaku tidak tahu soal transformasi pertanian. “Tidak tahu, tidak pernah mendengar, apa itu transformasi pertanian, apakah sekedar pepesan kosong? Yang kami inginkan sebagai petani hanya bibit, pupuk,obat-obatan gratis dna bantuan alat pertanian, sehingga hasil pertanian kami meningkat dan menambah nilai ekonomis,” jelasnya.

Sesepuh OI H Mawardi Yahya mengatakan 65persen masyarakat di OI adalah petani, jadi wajar jika semua petani di OI ini mendapatkan perhatian. “Dalam memrogramkan sektor pertanian , kita tidak cukup dengan angan-angan, isapan jempol, cita cita janji-janji. Masyarakat ini sudah cerdas, tidak bisa dibodoh-bodohi, jangan berikan rakyat sekedar janji namun rakyat ingin bukti kerja nyata!,”tegas Mawardi yang juga Wagub Sumsel ini.

Iapun bahkan mempertanyakan soal program transformasi pertanian, mengapa melaksanakan program tersebut harus tahun depan menunggu terpilih kembali menjadi bupati. “Sekarang saja sudah jadi bupati, mengapa harus menunggu tahun depan? Menunggu terpilih lagi baru akan dilaksanakan, sekarang laksanakanlah, jangan banyak janji!,” tegasnya.

Menurut Mawardi, kalau ingin pertanjan maju, maka rakyat harus memilih pemimpin yang memiliki komitmen. Karena rakyat tidak butuh  janji yang seremonial.

Balon Wakil Bupati OI H Ardani mengatakan transformasi pertanian itu artinya sektor pertanian yang dilakukan  perubahan dari segala segi,”namun yang menjadi pertanian, mengapa  tidak dilakukan dari dulu?. Jangan sekedar slogan saja. Barangkali sektor pertanian ini maju menunggu Pak AW Noviadi MY nanti menjadi bupatinya,” ujarnya.

Sementara Kadis Pertanian Hasnandar transformasi pertanian adalah benar program Pemkab OI yang akan dilaksanakan pada 2021,”ini benar memang program Pemkab OI, bukan sekedar jargon atau bohong. Memang akan dilaksanakan 2021 karena Bappeda menganggarkannya tahun itu senilai Rp221miliar. Intinya transformasi pertanian adalah untuk kemajuan pertanian OI!,” tegasnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

11 Penambang Batubara di Muaraenim Tewas Tertimbun  Longsor

Palembang, BP 11 orang pekerja tambang batu bara rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Sumsel, ...