Ultimate magazine theme for WordPress.

Oktober 2020 Operasional PT ATS Berakhir

BP/IST
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Aprian Joni

Palembang, BP

Kerjasama Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dengan PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS) dalam pengelolaan air bersih akan berakhir di Oktober 2020, Pemprov Sumsel tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya akan melanjutkan perjanjian atau akan membentuk BUMD baru

Dalam PT ATS , Pemprov Sumsel sendiri memiliki aset dimana Kementrian PU PR sudah membangun PDAM namun tidak terolah maka  Pemprov Sumsel  ditahun 2003 memberikan kewenangan kepada PT ATS  yang merupakan pihak swasta untuk mengelola air bersih tersebut.

“ Kedepan di bulan Oktober 2020 sekaligus kami melapor kepada ketua habis masa operasional PT ATS ini sesuai ketentuan, PT ATS akan memberikan  seluruh asetnya kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan regulasi kedepan untuk ke hulu bisa dilakukan Kerjasama Badan Usaha (KBBU) dengan Pemerintah ke hilir dikelola oleh PDAM, bila dia dikelola untuk satu kabupaten kota ini PDAM kabupaten kota yang mengelola kerumah tangga-rumah tangganya, tapi kalau dua kabupaten kita bisa bentuk BUMD yang namanya SPAM Regional ini bisa dikelola oleh provinsi , ini yang akan kami siasati di bulan oktober ini,”kata Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Aprian Joni saat menjelaskan dalam kunjungan Kerja Badan Pembentukan  Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara (Sumut)  dan Komisi IV DPRD Lampung terkait  pansus penyusunan perda keselamatan penerbangan  diruang banggar DPRD Sumsel, Selasa (25/8).

 

Menurutnya, untuk PT ATS pihaknya tengah melakukan evaluasi, apakah adindum PT ATS atau kita akhiri dan kita  bentuk BUMD yang namanya  SPAM Regional.

“ Di Sumsel ada  PDAM swasta, ini seperti di BATAM , Lampung dan Surabaya,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas menambahkan perjanjian dengan PT ATS dilakukan saat mantan Gubernur Sumsel H Rosihan Arsyad dan memang operasionalnya berakhir  Oktober 2020 .

“ Saran saya Kalau memang mau membuat SPAM Regional , ambil alih di wilayah Talang Kelapa dan Banyuasin bisa dua kabupaten, kalau enggak PADM kota minta itu , jaringan mereka di kembalikan di wilayah sana,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...