Home / Headline / DPRD Sumsel Akui Perawatan JSC Telan Biaya Besar

DPRD Sumsel Akui Perawatan JSC Telan Biaya Besar

BP/DUDY OSKANDAR
Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas saat menerima kunjungan Kerja Badan Pembentukan  Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara (Sumut)  dan Komisi IV DPRD Lampung terkait  pansus penyusunan perda keselamatan penerbangan  diruang banggar DPRD Sumsel, Selasa (25/8).

#Telan Anggaran Hampir Rp12 Miliar Sampai Rp18 Miliar Pertahun 

Palembang, BP

Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas mengakui PT Jakabaring Sport City (JSC)  yang mengelola kawasan Olahraga Internasional di Kawasan Jabaring mengakui biaya perawatannya  sangat besar.

“ Waktu itu hampir Rp12 miliar sampai Rp18 miliar pertahun ini hanya untuk perawatan dasar, jadi ketika membangun sport center yang besar yang harus dipikirkan adalah setelah acara itu selesai bagaimana melakukan perawatannya, karena kalau enggak bisa kita lihat di Kalimantan Timur eks PON di sana tidak terawat, di Pekanbaru juga tidak terawat ini permasalahan serius,” kata Giri saat menerima kunjungan Kerja Badan Pembentukan  Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara (Sumut)  dan Komisi IV DPRD Lampung terkait  pansus penyusunan perda keselamatan penerbangan  diruang banggar DPRD Sumsel, Selasa (25/8).

Lalu tahun 2016, menurut Giri , pihaknya berpikir bagaimana aset sebesar ini kalau dibiarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel akan mengakibatkan biaya yang besar.

“ Karena saat itu evennya banyak , memang satu tahun itu setiap bulan memang ada kegiatan di Jakabaring sehingga kita hitung dimana waktu itu saya Ketua DPRD Sumsel sehingga kita jadikan saja PT , asetnya diserahkan kepada PT JSC sehingga dia bisa mencari even internasional dan menjadi kegiatan expo sehingga mendapatkan pemasukan,” katanya.

Pria yang juga ketua DPD PDIP Sumsel ini , mengaku saat ini kondisi JSC sekarang belum maksimal dan masih setiap tahun mensubsidi melalui Pemprov Sumsel melalui penyertaan modal Rp3 Miliar untuk bantu tambahan kekurangan perawatan  maintenance.

“Saran saya untuk kawan-kawan dari Sumatera Utara coba dihitung dengan baik dulu, kalau bangun Sport Center luar biasa besar  yang menjadi masalah kedepan adalah  maintenance, biaya pemeliharaannya tidak murah, urusan potong rumput saja bisa sampai Rp3-4 miliar pertahun , belum lagi listrik, air,” katanya sembari mengatakan apalagi sekarang ada pandemi covid-19 maka tidak ada even sama sekali JSC ini.

Selain itu menurut Giri, untuk seluruh BUMD  di Sumsel  sudah menjadi Perseroan Terbatas (PT).

“ Kita ada penambahan perusahaan baru terutama di sektor migas karena akan banyak partisipasi interest yang akan diambil oleh Sumsel maka kita buat  beberapa PT  dibidang energi, “ kata mantan Ketua Komisi III DPRD Sumsel ini.

Untuk Perusahaan Daerah Sumsel yang berstatus PT  yang paling bagus dan menyumbang banyak PAD bagi Sumsel adalah PT Bank Sumselbabel, kedua disusul , PT Sumsel Gemilang Energi (SGE), lalu PT Jamkrida, PT BPR Sumsel dan terakhir PT Swarnadwipa.

“Yang masih mati segan hidup tak mau adalah PT Jakabaring Sport City, PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), BUMD pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung  Api-Api (TAA) , beberapa perusahaan anak usaha PT SGE yang masih berusaha hidup, kalau yang masih PD yaitu PD Prodexim  yang kita belum naikkan status karena  masih kacau balau,” kata Giri.

Selain itu dalam jangka waktu satu tahun Sumsel berhasil merubah semua Perusahaan Daerah menjadi PT.

“ Permasalahan yang paling besar itu ketika Hotel Swarnadwipa karena ada aset tanah yang harus dinilai ulang dan implikasi pajak  yang harus dibayar Pemprov Sumsel ketika nilai tanah itu dijadi nilai penyertaan modal PT Swarnadwipa,” katanya.

Sedangkan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Aprian Joni mengatakan, mengatakan, ada 8 BUMD yaitu PT Syailendra Investasi Gemilang (SIG)  dimana kegiatannya  di partisipasi interes Migas 10 persen.

“Yang kami siapkan ada SIG 1 sampai 7 berdasarkan perda No 6 tahun 2016,” katanya.

Selain itu akan dibahas dalam rangka menekan laju inflasi dan lumbung pangan  di Sumsel akan didirikan PT Agro Bisnis disektor pertanian dan akan dibahas dengan DPRD Sumsel nanti.

“ Dari 8 BUMD tersebut ada 3 BUMD dilingkungan keuangan ada Bank Sumselbabel, ada BPR Sumsel, PT Jamkrida Sumsel  lalu ada PT SMS mengelola lahan  kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-Api  dan lahannya sudah dibebaskan sebanyak 66, 13 hektar,” katanya.

Sumsel juga memiliki PT Jakabaring Sport City (JSC) yang nilai asetnya 5,2 triliun, PT Swarnadwipa yang mengelola hotel Swarnadwipa , PT Sumsel Energi Gemilang (SEG).

“ Kita sudah melakukan perubahan nomenklatur dimana diamanatkan PP No 54 tahun 2017 tentang BUMD, bahwa BUMD ini nomenklaturnya bisa jadi  Perusahaan Umum Daerah yang sifatnya sosial atau Perseroda sifatnya bisnis,” katanya.

Selain itu membentuk PT, pihaknya membentuk PT yang sudah dilakukan perubahan yaitu PT Swarnadwipa menjadi PT Swarnadwipa Sumsel Gemilang dan PDPDE menjadi  PT Sumatera Selatan Energi Gemilang (SEG).

“ Ketika kita merubah  dari PD menjadi PT akan ada beban  bagi Perseroan tersebut yaitu  kita harus membayar BBHTB terhadap aset yang sudah dipisah dari pemerintah, ini kejadian di PT SEG dan PT Swarnadwipa itu miliaran  , kita sempat mengirim surat ke Kemendagri ini  khan aset pemerintah hanya dipisahkan menjadi perseroda nah kok dibebankan BBHTB ini menjadi permasalahan ketika menjadi permasalahan dari perusahaan daerah menjadi perseroda,” katanya.

Terkait pemasalahan BUMD ini terakumulasi dari kegiatan kemarin berupa hutang, piutang  dan lain-lain itu dilakukan pembenahan-pembenahan bersama DPRD Sumsel apakah BUMD dilebur atau du likuidasi atau BUMD menjadi Perseroda.

Ketua Badan Pembentukan  Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut Drs HM Subandi ST bersama jajaran

Menurutnya kunjungan mereka ke Sumsel untuk menimba ilmu  tentang pembentukan  BUMD yang berubah sesuai dengan PP No 54 tahun 2017.

“ Kami ingin mendapatkan masukan-masukan karena yang kami dapat informasinya di Palembang sudah ada beberapa BUMD yang sudah berubah menjadi PT, terkait itulah kedatangan kami  ke sini, kami sangat nyaman sudah dua hari berada di Palembang empak-empek Palembang terasa nikmat, “ katanya.

Sedangkan  Wakil Ketua Komisi IV yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung, Iswan dan jajaran mengatakan kedatangan mereka ke Sumsel terkait tindaklanjut pansus penyusunan perda keselamatan penerbangan dimana Sumsel memiliki bandara yang cukup bagus dan ini menjadi refrensi untuk pihaknya menimba ilmu.#osk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Gubernur Sumsel : “ Jangan Sampai Kebudayaan dan Seni itu Stempelnya Duafa, Enggak Mau Aku!”

Palembang, BP Acara pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra  Berbahas Untuk Indonesia Sehat, Kamis (29/10) di Bukit Seguntang, Palembang   dimana rencananya ...