Home / Headline / Survei Indomatrik: Ilyas Panji Alam dan Ahmad Wazir Noviadi Mawardi  Diprediksi Bersaing Ketat

Survei Indomatrik: Ilyas Panji Alam dan Ahmad Wazir Noviadi Mawardi  Diprediksi Bersaing Ketat

BP/DUDY OSKANDAR
Wahyudi Abdullah Direktur Eksekutif Indomatrik Sumsel (kanan)

Palembang, BP

Pilkada Kabupaten Ogan Ilir Sumsel diprediksi ketat pada 9 Desember nanti. Persaingan incumbent Ilyas Panji Alam (IPA) dan penantangnya pemuda Ahmad Wazir Noviadi Mawardi alias (OVI) sengit karena berdasarkan survey Indomatrik, hanya terpaut sekitar 5-6 persen.

“Tingkat elektabilitas IPA 42,50 persen sementara perolehan Ovi dikisaran 37,25 persen,” kata Wahyudi Abdullah Direktur Eksekutif Indomatrik Sumsel, di Hotel Amaris Palembang, Minggu (23/8).

Dikatakam, hasil tersebut setidaknya terungkap dari segmen atau karakteristik pemilih milenial (pemula & gen z) yang mendominasi populasi pemilih di Ogan Ilir dengan kisaran 35 persen dari keseluruhan pemilih. Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei Indomatrik pada 11-15 Agustus lalu, dengan total 440 responden secara proporsional tersebar di seluruh 16 Kecamatan, dimana secara random di kelurahan/Desa dengan perbandingan karakteristik demografis dan geografis yang proposional. Metode wawancara dilakukan pada responden dengan cara bertatap muka, menggunakan Mulistage stage random sampling dipilih dengan metode survei, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,8 persen.

“New normal new leader. Era baru pemimpin baru. Ungkapan ini mengiang sekaligus mendominasi pembicaraan pemilih segmen milenial. Sekalipun sudah empat tahun sosok IPA memimpin Bumi Caram Seguguk, dan masyarakat sudah merasakan hasilnya. Katakan dalam penanganan masalah pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan listrik. Namun, perilaku dan loyalitas generasi milenial tergolong rendah. Saat ada figur yang mewakilinya, generasi milenial dengan mudah akan berpaling,” katanya.

Menurutnya, dua nama di atas diprediksi akan bersaing ketat. Terbukti tingginya tingkat popularitas para balon Bupati OI akan berpengaruh pada tingkat kesukaan (liketability). Hal tersebut terlihat dari 6 nama yang berkembang muncul hanya dua nama yang bersaing memiliki kesukaan yang signifikan.

“IPA dan OVI sosok yang saling kejar mengejar setidaknya sampai bulan Agustus 2020 menjelang pendaftaran ke KPU-OI dibanding kandidat lainnya,” katanya.

Tingkat popularitas Ilyas Panji Alam sebesar 94,50 persen, sementara AW Noviandi Mawardi mengejar di urutan berikutnya 89,45 persen sampai awal Agustus ini.

“Sementara balon (bakal calon) lain terlihat tidak mengalami kenaikan bahkan stag, terbukti di lapangan mereka-mereka yang berminat maju namun tidak terlihat gerakan yang masif di tengah tengah masyarakat,” katanya.

Kepopuleran dua kandidat bersaing ketat tersebut setidaknya tergambar berbagai alasan yang terungkap di mata masyarakat Ogan Ilir. Alasan ingin bupati baru, calonnya masih muda, melihat kiprah orang tuanya pernah membnagun OI, mencari yang lebih baik lagi, menginginkan perubahan dan pembaharuan, coba pemimpin baru setidaknya melekat pada sosok balon AW Noviandi Mawardi biasa disapa Ovi.

“Masyarakat yang menginginkan kembali petahana melanjutkan kepemimpinanya diantaranya dianggap berpengalaman, merakyat, kerja nyata, tinggal melanjutkan program, tidak ada pilihan lain,”  katanya.

Soal swing voters, dijelaskannya, masih tingginya pemilih yang mengambang atau belum menentukan (swing voters) disertai masih ada kemungkinan untuk merubah pilihan calon Bupati hingga saat pemilihan nanti.

“Dikarenakan belum tahu program dari balon bupati 34,70 persen, menunggu massa kampanye/sosialisasi 21,80 persen. Masih mempertimbangkan mana yang terbaik 13,70 persen, menunggu penetapan calon oleh KPU 9,70 persen,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lintas Politika, Kms Khairul Mukhlis menilai Pilkada OI yang berdasarkan survey selisih sedikit akan menjadi perhatian. Terlebih OI ini secara geografis dekat dengan kota Palembang dan faktor kekuatan masa lalu.

“Masih cukupnya waktu untuk membangun kekuatan sehingga menarik Pilkada OI ini dan wajar saja jika ada dua nama yang bersaing yakni Ilyas dan OVI. Walaupun survey masih saling klaim hal yang menarik dari pasangan incumbent belum ada pasangan, padahal pasangan sangat dibutuhkan untuk memantapkan dukungan dan pemetaan dukungan, bisa dikatakan Ilyas belum maksimal karena bekum ada pasangan, berbeda dengan OV yang sudah ada pasangan Ardani sejak lama,”  katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

KPK Selenggarakan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi Secara Daring

Jakarta, BP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Pusat Edukasi Antikorupsi membuka pendaftaran Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi secara daring. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan ...