Persaingan Pilkada Serentak 3 Daerah di Sumsel Ini di Prediksi Bakal Ketat

11

BP/IST
H Joncik Muhammad

Palembang, BP

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) provinsi Sumsel, menargetkan sapu bersih kemenangan di 7 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten se Sumsel Desember 2020.

Menurut anggota Majelis Pertimbangan Partai DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad, keoptimisan pihaknya bisa merealisasikan target itu berkaca pada Pilkada serentak 2018 lalu di Sumsel.

Dimana dari 10 Pilkada PAN meraih 6 kemenangan.

“Target kita sapu bersih semua kemenangan. Kita pasang target, tentunya berdasarkan evaluasi kita dipilkada- pilkada sebelumnya, dan potensi yang kita punyai,” kata Joncik disela- sela memperingati HUT ke-22 PAN di Fraksi PAN DPRD Sumsel, Minggu (23/8).

Dijelaskan Bupati Empatlawang tersebut, pada Pilkada 2018 lalu, PAN meraih 6 kemenangan Pilkada dan ada 2 kader murni PAN duduk di lembaga eksekutif sebagai kepala daerah, yaitu di OKI (Iskandar yang merupakan ketua DPW PAN Sumsel), dan Empatlawang (Joncik Muhammad).

“Di Pilkada 2020 ini, dari 7 Kabupaten yang melaksanakan Pilkada, kita dorong kader kita di PALI (Darmadi) sebagai balon wakil Bupati. Kemudian siapa yang diusung PAN akan diperjuangkan, kalau ia menang dan dipercaya masyarakat untui membawa visi PAN kedepan ditengah- tengah masyarakat,” katanya.

Sementara di 5 Kabupaten lainnya, yaitu di Musi Rawas Utara (Muratara) PAN mengudung Syarif Hidayat- Suryan Sofian, Ogan Ilir (OI) AW Noviadi- Ardani, Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Azis- Johan Anuar, OKU Selatan Popo Ali- Soelihen Abuasir, dan OKU Timur mengusung Lanosin (Enos)- Yudha.

“Tinggal satu yang belum yaitu Musi Rawas (Mura), kalau yang berproses Hendra Gunawan, tapi SK belum keluar. Jadi sebelum SK keluar bisa terjadi, sebab SK yang keluar saja kadang kali bisa terjadi perubahan,” katanya.

Bupati Empat Lawang ini  menilai terdapat tiga Kabupaten yang akan ada pertarungan sengit. Yaitu, di Kabupaten OI, Muratara dan PALI.

“Pertarungan paling sengit di tiga daerah itu, seperti di PALI itu kader kita dihadapi petahana. Tentunya harus bersama- sama menyatukan kekuatan, bukan seorang atau satu kelompok saja untuk memenangkan pertarungan, dan saya kebetulan pengalaman mengalahkan petahana, namun strategi itu tidak diekspos saat ini,” katanya.

Selain itu, keoptimisannya pihaknya bisa mengalahkan petahana di PALI, karena partai koalisi di PALI yaitu partai Demokrat, memiliki kekuatan tersendiri dengan pengalamannya menang Pilkada.

“Partai Demokrat di Pilkada 2018, membuat kejutan di Lahat dan Muara Enim. Na, strategi itu akan kita combaint dengan kita satukan. Insya Allah di PALI kita menang,” katanya.

Dilanjutkan Joncik, jika DPP PAN sudah mengeluarkan SK usungan atau dukungan bagi Bakal pasangan calon kepala daera (Bapaslonkada), maka kader PAN wajib memetahui dan memenangkannya.

“Arahan DPP, SK- SK yang telah dikeluarkan, maka bagi kader PAN disetiap tingkatan untuk pilkada harus taat dan tegak lurus, tidak boleh membantah bagi kader, pengurus partai atau anggota DPRD dari PAN. Bagi yang tidak patuh perintah partai (DPP) akan memberikan sanksi sesuai tingkatannya,” katanya.#osk