Tak Dukung Pasangan Syarif Hidayat dan Surian Sofyan Muratara , Kader Golkar Diberikan Sangsi

8

BP/DUDY OSKANDAR- Hasbi Asidiki

 

Palembang, BP

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Hasbi Assidiqi menilai petahana berhasil memajukan daerah tersebut.

Karena itu, Partai Golkar akan mendukung Syarif Hidayat dan Surian Sofyan di Pilkada Muratara tahun 2020.

“ Memang  dalam ilmu pemerintahan pak Syarif ini mantan birokrat, cukup mumpuni di pemerintahan , menahkodai pemerintahan itu perlu  orang yang pas, selama ini beliau di birokrat berpasangan dengan seorang pengusaha ini mungkin satu pasangan yang ideal yang diputuskan DPP, kami akan mengamankan keputusan partai untuk memenangkan, jelas harus tegak lurus dengan keputusan partai , kita minta seluruh jalur kepartaian dari desa, kecamatan, DPD, Fraksi untuk sama-sama memenangkan pasangan  Syarif Hidayat dan Surian Sofyan,” kata anggota DPRD Sumsel yang duduk di Komisi IV ini, Kamis (20/8).

Menurutnya, pembangunan Muratara lima tahun kedepan harus berlanjut dengan  harapan masyarakat Muratara ini  akan lebih sejahtera untuk masyarakat Muratara.

“ Karena Muratara itu ada potensi untuk dikembangkan untuk masyarakat Muratara dengan sumber daya alam yang cukup banyak baik batubara, minyak, gas, nikel , uranium, emas cukup banyak di Muratara,” katanya.

Golkar melihat keputusan ini menjadi semangat bagi kader Golkar untuk memenangkan pasangan Syarif Hidayat dan Surian Sofyan.

“ Setelah rekomendasi ini keluar kita akan koordinasi sampai kebawah  untuk memenangkan pak Syarif ini sampai tanggal 9 Desember,” katanya.

Dia pastikan terhadap kader partai Golkar yang tidak memenangkan pasangan ini pasti ada sangsi dari partai namun sebelum penjatuhan sangsi pihaknya akan panggil secara persuasif, jika tidak juga  maka akan dikenakan sangsi tegas karena keputusan ini sudah final.

“ Kita akan buat program sendiri terhadap calon yang kita usung ini, dengan konsep bahwa pembinaan dalam satu kelompok ditekankan untuk menggalang dana, kita akan mengadakan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat, bahwa memilih pemimpin itu hak masyarakat tapi jangan salah pilih karena kita akan menyesal lima tahun kalau salah pilih,” katanya.#osk