Home / Headline / Penghuni Lapas Klas 1 Palembang Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara

Penghuni Lapas Klas 1 Palembang Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara

Palembang, BP

Her seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Palembang dibawa ke Deputi Pemberantasan Narkotika BNN Jakarta untuk diperiksa kembali. Pasalnya, Her dibawa ke Jakarta karena diduga telah mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu untuk didistribusikan ke Provinsi Sumut, Riau, dan Sumsel meski telah dipenjara.

“Iya benar ada warga binaan kami yang dibawa ke Jakarta. Dari laporan yang Saya terima kalau pelaku tersebut meski telah di lapas masih bisa mengedarkan narkoba antar lintas provinsi,” kata Kepala Lapas Klas 1 Palembang, Kadiyono, Rabu (19/8).

Dijelaskannya, bahwa pihak BNN RI Irjen Pol Arman Depari saat sedang bertugas di kota Medan, menghubungi dirinya dengan laporan bahwa pihak BNN mendapatkan puluhan kilo sabu didalam truk yang berisi 30 ton kelapa di gerbang pintu tol Helvetia Jalan Kapten Sumarsono Kota Medan. Saat diselidiki, supir truk mengaku bahwa bawaan tersebut diperintahkan oleh Her warga binaan Lapas Kelas 1 Palembang.

“Iya kan dihubungi sama pihak BNN, ada tidak binaan yang bernama Her, setalah itu kami cari bener ada tapi saat ditanya dia mengaku tidak kenal dengan supir truk itu tapi nantilah ya lebih lanjut prosesnya gimana saya kabari,” katanya.

Her merupakan narapidana pemilik dan pengedar narkotika jenis sabu yang telah divonis 16 tahun penjara pada bulan Januari lalu.

 

Menurut Kadiyono, setelah divonis, diduga terdakwa masih menjalankan bisnis haram tersebut yang dibantu oleh kedua temannya yakni Is dan M. “Kami belum bisa sebutkan namanya karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Dijelaskannya, kedua temannya tersebut akhirnya dilumpuhkan oleh pihak BNN dua hari lalu saat hendak mengantar barang haram ke Provinsi Medan dan Aceh sebanyak 49,8 Kg sabu menggunakan truck dengan modus ditutupi Beras diatasnya.

“Iya itukan berdasarkan laporan dari pihak BNN kepada kami, kami juga masih menunggu proses lanjutan hukuman terdakwa ini,” katanya.

Akibat perbuatan tersebut, menurut Kadiyono, terdakwa Her bisa dikenakan hukuman jeratan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan maksud memiskinkan harta pelaku agar jera menjalankan bisinis haram tersebut.

“Bisa kena pasal TPPU saja hukuman penjaranya minimal itu 2 tahun tapi beratnya disini seluruh harta terdakwa akan disita,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Siap Perjuangkan Perluasan Distribusi Jargas di Sumsel

Palembang, BP–Mantan Gubernur Sumsel periode 2008-2018 yang saat ini menjabat pimpinan komisi VII DPR RI H Alex Noerdin menegaskan, siap ...