Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-25

Asal Mula Lomba Bidar

Hj Anna Kumari

Oleh: Hj Anna Kumari
(Pelestari Budaya Palembang, Maestro Tari Sumsel)

Kelab Sunan Wentenken Undi
Lumban Bidar di Sungi Musi
Sinten Cepet Sampe ke Negri
Dionyo lah Yang Angsal Putri

ASAL mula perlombaan Bidar di Sungai Musi adalah tradisi Palembang yang tidak pernah punah, sejak beberapa abad yang lalu sudah ada sampai pada zaman raja-raja dulu kemudian sampai zaman penjajahan Belandapun .

Berdasarkan catatan sejarah, lomba Perahu Bidar pertama kali diselenggarakan saat zaman kolonial Belanda, tepatnya saat perayaan ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina, sekitar tahun 1898 sampai di hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus sampai sekarang.

Baca:  Mengenal Aksara Ka Ga Nga Tanduk Kerbau di Marga Empat Suku Negeri Agung

Bidar merupakan tradisi yang tidak pernah punah  setiap tahun selalu diadakan.

Pada tahun 1957 Presiden Soekarno sempat ikut menyaksikan lomba Bidar di Sungai Musi (ayah saya sempat mendampingi Presiden Soekarno menonton Bidar di Sungai Musi).

Perlombaan Bidar ini merupakan suatu tradisi yang disebut orang Palembang kenceran , karena dulu kalau ada perlombaan Bidar bukan hanya orang Palembang  yang menyaksikan tapi orang-orang dari daerah Sumatera Selatan kumpul di Palembang, mereka bukan hanya menonton Bidar Palembang tapi juga menyicipi makanan–makanan tradisional Palembang yang hanya satu tahun sekali muncul yaitu Telok Abang, Telok Ukan, Telok Pindang, Bongkol, Lepet , Manan Sahmin , Kue Lumpang, Gandos, Kue Pau, Kue Kojo, Srikayo, Gonjeng

Lalu Engkok , Ulen Ulen, Bubur Talam, Dadar Jiwo, Putu Mayang, Mentu, Boges, Nagosari, Kelepon, Kue Pare , Putu Embun dan lain-lain.

Baca:  SMB IV Dorong Motif Batik Palembang Baik Lama Maupun Baru Dipatenkan

Makan-makanan tersebut berjajar sepanjang jalan di Palembang (saya menyaksikan itu pada waktu itu saya masih kecil).

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...