Guru Banyak Gaptek, Disdik Perintahkan K3S Ciptakan Metode Belajar Menyenangkan

13

H Bahrin, SPd, MM

Palembang, BP–Banyaknya guru gagap teknologi atau gaptek saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan atau daring membuat proses belajar tak berjalan maksimal.

Apalagi, proses KBM daring yang berlangsung dari Maret 2020 saat adanya gelombang Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum ada proses KBM tatap muka demi mengindari penyebaran kluster baru Covid-19.

“Saya berharap agar K3S atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah menciptakan metode belajar yang tepat dan menyenangkan karena saat ini kita tahu KBM masih berjalan secara daring,” ujar
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Palembang H Bahrin SPd MM, Jumat (14/8).

Baca:  Mahasiswa Pilih Demo dan 'Blokade' Perkuliahan, L2Dikti Hingga Rektor Kompak Tak Berkomentar

Pria yang juga Ketua Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang ini menambahkan bahwa para guru khususnya guru SD di Palembang untuk memaksimalkan KBM daring. Meski saat Pandemi Covid-19 guru tak diwajibkan menuntaskan kurikulum sebagaimana situasi normal.

Namun diharapkan guru memiliki beban moral agar siswa yang diajarnya benar-benar mampu menyerap isi materi yang disampaikan melalui daring atau virtual. Dan memang untuk mampu mencapai hal tersebut, guru harus memiliki kompetensi yang cukup dalam menerapkan KBM daring.

Baca:  Tingkatkan Kualitas Guru Zaman Now, Pengurus PGRI Sumsel Gandeng Microsoft

“Sehubungan dengan kemampuan guru ada yang mampu melaksanakan secara daring tapi membuat siswa jenuh. Ada yang tidak bisa menggunakan aplikasi dan lainnya,” sesalnya.

Ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan proses KBM kembali seperti semula yakni KBM tatap muka. Karena untuk jenjang SD memang memiliki banyak tantangan ketika harus melaksanakan KBM daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). #sug