Video  Ervita Sari Menangis Mengaku Dilarang Jualan oleh Istri Wakapolda, Polisi : Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

9

BP/IST
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi

Palembang, BP

Seorang ibu-ibu yang mengaku bernama Ervita Sari (28), pedagang kaki lima di pasar 16 Ilir Palembang membuat pengakuan telah dilarang berjualan oleh istri salah satu petinggi polisi.

Dalam video yang diunggah di akun YouTube Now Sumsel, Ervita menangis sesenggukan lantaran mengaku dilarang berjualan setelah terlibat perselisihan dengan perempuan yang disebutnya sebagai “istri wakapolda”.

Namun Ervita tak menyebutkan nama dari perempuan yang ia maksud.

Dalam video yang beredar, Ervita mengaku permasalahan itu bermula setelah ia menegur seorang perempuan yang memarkirkan mobil di depan lapak dagangannya.

“Saya ini istrinya wakapolda, berani kamu negor saya. Kamu belum tahu berurusan dengan siapa,” kata Ervita menirukan ucapan perempuan tersebut.

Dari pengakuannya, Ervita sama sekali tidak mengenal perempuan tersebut.

Baca:  Proses Belajar Belajar Dimasa Pandemi Covid-19, DPRD Sumsel Nilai Keselamatan Anak-Anak Sekolah Jadi Prioritas

Ia hanya tahu bahwa perempuan tersebut memarkirkan mobilnya sudah cukup lama.

Permintaan agar bergeser dari lapak miliknya juga sudah disampaikan.

Saat itu perempuan tersebut mengaku hanya sebentar memarkirkan mobilnya.

Namun setelah ditunggu-tunggu, mobil tersebut tidak kunjung menyingkir dari lapak Ervita.

Ervita kemudian kembali meminta agar perempuan tersebut segera memindahkan mobil dari tempatnya berjualan.

Namun rupanya, permintaan itu memancing emosional perempuan tersebut.

“Ibu itu bilang saya pastikan kamu tidak bisa lagi berjualan di pasar 16 ini, saya pastikan kamu tidak akan terlihat lagi di pasar 16 Ilir ini,” katanya.

Sejak saat itu, Ervita mengaku tidak diperbolehkan oleh Pol PP untuk berjualan.

Permintaan maaf secara pribadi juga sudah ia sampaikan.

Baca:  DPRD Sumsel Nilai Pinjaman Melalui PEN, Penting Untuk Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Saya bingung bagaimana nasib karyawan saya. Saya tidak boleh berjualan,” katanya.

Namun Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, terkait viralnya video tersebut, pihaknya sudah menerima laporan dari yang bersangkutan.

“Atas peristiwa beredar video tersebar Evitasari langsung membuat laporan Polisi ke Polrestabes Palembang. Menurut ibu tersebut video itu memang miliknya, namun dia heran karena video tersebut tidak di share kemana-mana, jadi kita saat ini melakukan penyelidikan siapa yang menyebar video tersebut” kata  Anom. Kamis (13/8).

Anom juga menjelaskan bahwa, permasalah antara ibu tersebut bersama istri Wakapolda Sumsel sudah selesai beberapa tahun yang lalu dengan cara ke keluargaan.

“Dimana antara ibu tersebut bersama istri Wakapolda  sudah selesai dengan cara kekeluarga, namun yang kita sayangkan mengapa video tersebut beredar di Youtebe dalam dua hari ini,” katanya.

Baca:  Wagub Sumsel Akui Silpa Tahun 2019 Cukup Besar

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi, tak menampik adanya video tersebut.

“Itu permasalahan lama dengan istri wakapolda Sumsel tahun 2012 lalu, bukan yang sekarang. Tapi sudah diselesaikan saat itu juga secara baik-baik dan kekeluargaan,” ujarnya.

Akan tetapi, video tersebut kemudian diunggah lagi 7 bulan lalu diupload. Lalu 2 hari yang lalu kembali di repost.

“Terkait hal tersebut Polrestabes Palembang sudah melakukan penyelidikan. Karena permasalahan itu sudah selesai. Dari kejadian ini, pemilik akun yang membuat kehebohan ini bisa terjerat undang-undang ITE,”  katanya.#osk