Home / Headline / Pelaku  Pengeroyokan Yang Menewaskan Azhari Ditangkap

Pelaku  Pengeroyokan Yang Menewaskan Azhari Ditangkap


BP/IST
Polisi menangkap Doni alias Keling (40), satu dari dua pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Azhari alias Aang (45) warga Jalan Slamet Riyadi Lorong Lawang Kidul Darat Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan IT II Palembang yang tewas ditikam di jembatan Musi IV, Palembang.

Palembang, BP

Polisi menangkap Doni alias Keling (40), satu dari dua pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Azhari alias Aang (45) warga Jalan Slamet Riyadi Lorong Lawang Kidul Darat Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan IT II Palembang yang tewas ditikam di jembatan Musi IV, Palembang.

 

Sebelumnya, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya akibat dikeroyok oleh dua kakak beradik Doni alias Keling (40) dan Firdaus alias Daus (37)(DPO) di kawasan Jembatan Musi IV Palembang, Senin (10/8) dini hari pukul 00:00.

 

Doni merupakan warga yang masih tinggal di satu kawasan dengan korban diamankan jajaran Polsek Prabumulih Barat Kota Prabumulih di rumah kerabatnya di belakang Komplek Pertamina Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

 

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kapolsek IT II Palembang, Kompol Mario Ivanry mengatakan, pelaku Doni diringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat.

 

Mendapati kabar itu anggota Reskrim Polsek IT II langsung bergerak cepat untuk menjemput pelaku. Dari informasi yang kita dapatkan pelaku Doni ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Wonosari, Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Rabu (12/8) dinihari pukul 00.30,” kata Anom saat press release di Mapolsek IT II Palembang, Rabu (12/8).

 

“Motifnya karena narkoba. Masalah utang narkoba sebesar Rp500 ribu yang sudah 4 bulan,” ujarnya,

 

Selain mengamankan pelaku, kata Anom, pihaknya juga mengamankan barang bukti dua buah senjata tajam (Sajam) jenis parang milik korban, satu buah Sajam jenis tombak milik pelaku Joni dan satu buah Sajam jenis celurit milik pelaku Firdaus (DPO).

 

“Atas ulah pelaku kita ancam pasal 170 ayat (3) KUHP dengan ancaman penjara selama 12 tahun penjara,” katanya

 

Dihadapan petugas, Doni alias Keling mengakui permasalahan tersebut memang bermula dari urusan narkoba.

 

“Saya nagih utang narkoba sama Kevin. Tapi korban ini tidak senang, dia datangi saya ke rumah sambil mengancam,” ujarnya.

 

Awalnya, Doni Keling mengaku tidak membawa senjata tajam untuk meladeni emosi korban.

 

Namun karena melihat korban datang bersama anaknya sembari membawa senjata tajam, Doni Keling kemudian pulang ke rumah untuk mengambil senjata miliknya.

 

Tersangka juga mengajak Firdaus, adiknya untuk berkelahi dengan korban.

 

“Saya melukai pinggangnya sedangkan senjata adik saya mengenai wajah korban,” katanya.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Zoominar Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2020 Fraksi PKS DPR RI

Jazuli: Ulama dan Santri Terdepan Meneguhkan Kedaulatan NKRI Jakarta, BP–Memperingati Hari Santri 22 Oktober 2020 Fraksi PKS DPR RI menggelar ...