Home / Headline / Begal Sadis di Simpang TAA Meringis Ditembak Polisi

Begal Sadis di Simpang TAA Meringis Ditembak Polisi

BP/IST
Polisi berhasil menangkap satu dari dua pelaku pembegalan terhadap seorang wanita di Jalan Gubernur H Asnawi Mangku Alam, Selasa (2/8). Aksi begal dilakukan pelaku Anggi Saputra (24) Warga Jalan Pengadilan Kecamatan Sukarami Palembang, Minggu (2/8).

Palembang, BP

Polisi berhasil menangkap satu dari dua pelaku pembegalan terhadap seorang wanita di Jalan Gubernur H Asnawi Mangku Alam, Selasa (2/8). Aksi begal dilakukan pelaku Anggi Saputra (24) Warga Jalan Pengadilan Kecamatan Sukarami Palembang, Minggu (2/8).

Pelaku dibekuk tim gabungan Unit Pidum dan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polrestabes Palembang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji, Selasa (4/8) mengatakan, Polisi terpaksa menghadiahi pelaku timah panas karena berusaha melawan saat akan ditangkap.

Selain pelaku Anggi, polisi juga mengamankan sebilah pisau yang digunakan untuk melukai korban.

Sementara satu pelaku lainnya yang membawa kabur motor korban, Honda Vario dengan pelat nomor BG 2517 ACE, masih diburu polisi.

“Satu pelaku lainnya sedang dikejar. Kami sudah tahu identitasnya,” kata Anom.

Menurut catatan kepolisian, sudah ada lima laporan terkait aksi kejahatan pelaku di sejumlah wilayah di Palembang.

Anggi mengaku telah sering melancarkan aksi begal di kawasan Sukarami Palembang.  “Seingat saya sudah tiga kali saya melakukan aksi begal di kawasan Sukarami, dimana korbanya perempuan semua,” katanya, Selasa (4/7).

Diungkapkan Anggi, setiap kali melakukan aksi begal, dia bersama Risky dan selalu bergantian peran. Terakhir aksi mereka di kawasan simpang bandara kecamatan Sukarami dia berperaan sebagai eksikutor dengan menyayat tangan korban menggunakan pisau.

“Saya yang melukai korban, teman saya yang bawa motor,” kata tersangka sambil meringis kesakitan karena luka tembak di kakinya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita nyaris menjadi korban pembunuhan oleh pelaku begal di Palembang.

Adalah Novianti (28) terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tangan kanannya terkena sabetan senjata tajam begal.

Ceritanya, Novi mengendarai sepeda setelah bertandang ke rumah kerabatnya pada Minggu (2/8) dinihari pukul 01.30.

Saat melintas di Simpang Tanjung Api-api, Sukarami, Novi dipepet dua orang mengendarai sepeda motor.

Dua orang memakai penutup wajah tersebut mengacungkan pisau ke arah Novi.

Salah seorang pelaku kemudian menyabet tangan kanan Novi hingga terluka.

“Tangan kanan saya berdarah. Saya langsung turun dari motor, takut sekali,” kata Novi saat ditemui di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH), Minggu (2/8) lalu.

Pelaku yang melukai Novi, lalu merampas tas berisi telepon, STNK motor dan uang tunai Rp 300 ribu.

Pelaku juga membawa sepeda motor Novi dan keduanya kabur ke arah Pelabuhan Tanjung Api Api.

Tak berselang lama, warga berdatangan dan membantu Novi membawanya ke RSMH.

“Padahal jalanan sebenarnya lumayan rame. Tapi memang situasinya tengah malam dan saya bawa motor sendirian,” ujar warga Talang Jambe, Sukarami ini.

Meski merasa kondisinya membaik, Novi mengaku masih trauma dengan kejadian yang baru pertama kali dialaminya itu.

“Kalau bisa polisi harus lebih banyak lagi patroli. Jadi masyarakat bisa aman kalau keluar rumah,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Mengenal Muba Lewat “Lorong” Demokrasi

Oleh : Maspril Aries Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi 28 September 2020 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merayakan hari jadi ...