Home / Headline / Aripin Kalender: “Masyarakat Harus Jeli Pilih Pemimpin”

Aripin Kalender: “Masyarakat Harus Jeli Pilih Pemimpin”

BP/DUDY OSKANDAR
Aripin Kalender

Palembang, BP

Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender mengajak masyarakat Provinsi Sumsel untuk lebih bijak dan teliti dalam memilih calon kepala daerah yang akan memimpin daerahnya masing-masing.

Aripin menghimbau masyarakat untuk tidak lagi terjebak dalam memilih pemimpin daerah  yang tidak berkompeten dan tidak berkualitas buat masyarakat.

Ditambahkan Aripin ,masyarakat dituntut jeli dalam memilih pemimpin sehingga kekuasaan yang diberikan dari masyarakat tidak jatuh pada tangan para garong.

“Ajang pesta demokrasipun menarik untuk dikaji secara bersama oleh publik karena masih banyak yang belum mengerti tentang pemimpin yang sesungguhnya. Memilih pemimpin tidak semudah yang dipikirkan selama ini, yakni masyarakat hanya menyelesaikan tugas mereka sebagai pemberi suara. Lebih dari itu, memilih pemimpin berarti masyarakat harus mengerti kira-kira mana pemimpin yang bukan pemimpi,” katanya, Senin (3/8).

 

Aripin juga meminta Mendagri mengevaluasi atau memberikan sangsi kepala daerah tersebut terutama yang suka tidak masuk kantor.

“Apalagi menjelang pilkada dan dalam kondisi covid-19 saat ini, dimana situasi covid saat ini masyarakat butuh sosok pemimpin, pemimpinnya tidak jelas kemana,” katanya.

Dia menghimbau masyarakat jangan terjebak dalam memilih pemimpin yang tidak berkualitas, dan tidak memiliki visi dan misi yang jelas

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan digelar pada 9 Desember 2020. Tito mengungkapkan Pilkada Serentak 2020 ini bisa menjadi momentum emas dalam gerakan melawan Covid-19.

“Kita ingin mereka bergerak menangani Covid-19. Kapan momentumnya? Momentumnya Pilkada. Kenapa? Karena bagi kepala daerah, bagi petahana atau kontestan, inilah pertarungan. Bagi mereka ya ini power struggle, inilah momentum yang sangat penting dan ini moment rakyat membuktikan kedaulatan rakyat itu cuma di satu poin, pada waktu election setelah itu diwakili oleh DPR, hanya di election saja kedaulatan rakyat itu langsung,” jelas Tito di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol Nomor 29, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Tito menjelaskan Pilkada Serentak yang mengusung tema ‘Gerakan Lawan Covid-19’ ini juga akan menjadi ajang pembuktian bagi calon kepala daerah. Sebab, para calon kepala daerah diharuskan mempunyai solusi mengatasi dampak pandemi Covid-19.

“Kontestan harus bisa mengendalikan pendukungnya. Kalau ada kontestan enggak bisa mengendalikan pendukungnya gimana nanti jadi kepala daerah? Mengendalikan jutaan orang, ratusan ribu orang? Baru kendalikan seribu dua ribu engga bisa,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, dalam momentum Pilkada 2020 ini juga masyarakat bisa menilai kontestan mana yang dirasa tepat dan mampu menangani pandemi Covid-19.

“Jadi di sini momentum bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya yang dapat tangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Jadi, pilihlah pemimpin yang mampu menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Itulah ujian saat krisis ini,” tegasnya.

Mendagri pun mencontohkan bahwa dalam catatannya di beberapa negara lain pun tetap dilaksanakan pemilu.

“Pertama kan, tidak ada satu pun ahli atau otoritas yang menjamin kapan pandemi akan selesai. Kedua, kita lihat praktik-praktik di negara lain, Korea Selatan di puncak pandemi mereka laksanakan. Jerman, Prancis, Polandia, kemarin pemilihan presiden mereka laksanakan. Kemudian di Amerika Serikat nanti November itu jauh lebih masif daripada kita, pilpres, senator, kongres, beberapa gubernur negara bagian, dan lain-lain,” katanya.

“Jadi ada yang mengubah bulan, setahun dalam catatan kami hanya beberapa yang menunda tahun, itu pun karena tradisi, petugas TPS-nya di atas 50 tahun seperti di Inggris,” katanya. #osk

x

Jangan Lewatkan

Hindari Jalan Berlubang, Pemotor Wanita Tewas Diseruduk Xenia

Palembang, BP Nasib tragis dialami oleh seorang wanita bernama Sarawati (27). Warga Palembang, ini tewas usai sepeda motornya adu banteng ...