Home / Headline / Kapolda Sumsel Tanggapi Vonis Dua Perwira Polda Sumsel

Kapolda Sumsel Tanggapi Vonis Dua Perwira Polda Sumsel

BP/IST
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM membuka acara rapat kerja fungsi SDM di Jajaran Polda Sumsel di Gedung Grand Atyasa Convention Center, Kamis (23/7).

Palembang, BP

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Prof Eko Indra Heri menanggapi vonis dua perwira polisi Polda Sumsel. Eko menghormati keputusan majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Palembang atas vonis tersebut.
Mantan Asisten SDM Kapolri itu mengatakan, Polda Sumsel akan menindak polisi aktif yang telah divonis tersebut.
“Untuk anggota yang masih polisi aktif tentunya akan kami laksanakan mekanisme yang diatur dalam organisasi Polri,” kata Eko, Jumat (24/7).
Seperti diketahui, majelis hakim Tipikor PN Palembang memvonis dua perwira polisi Polda Sumsel. Keduanya divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta.
Kedua terdakwa yakni mantan Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol (purnawirawan) Soesilo dan perwira aktif Polda Sumsel AKBP Syaiful Yahya pada persidangan telekonfrensi di ruang sidang Tipikor PN Palembang.
Keduanya dianggap terbukti menerima gratifikasi dari calon siswa bintara yang mengikuti seleksi penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri pada 2016.
“Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, maka menjatuhkan kepada terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp200 juta,” kata Hakim Ketua Abu Hanifah saat membacakan vonis untuk dua terdakwa dalam berkas berbeda.
Untuk diketahui, kasus suap ini terjadi pada 2016, saat itu Kombes Pol (Purn) Soesilo Pradoto selaku Kabid Dokkes Polda Sumsel ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) dalam Panitia Seleksi Penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri Tahun Anggaran 2016 Panitia Daerah (PANDA) Polda Sumsel.
Selama proses tersebut, dia bersama AKBP Syaiful Yahya yang saat itu menjabat sekretaris Tim Rikkes diketahui menerima sejumlah uang dari 25 orang calon siswa (casis) Bintara. Casis Bintara saat itu sedang mengikuti rangkaian test kesehatan dan psikologi. Rata-rata para casis memberikan Rp250 juta hingga Rp300 juta dengan jaminan lulus tes.#osk

x

Jangan Lewatkan

Dodi Reza Alex Ajak SMSI Eksplor Konten Kreatif di Muba

Terobosan Biofuel Muba, Pukau Insan Media se-Indonesia Banten, BP–Pandemi Covid-19 yang masih melanda di Indonesia tidak mengurangi semangat Insan pers ...