Home / Headline / Penularan Covid 19 Terus Meningkat, Sanksi Bagi Warga Bandel Segera Diterapkan

Penularan Covid 19 Terus Meningkat, Sanksi Bagi Warga Bandel Segera Diterapkan

Petugas meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan intuk mencegah penularan, dengan berkeliling pasar Muaraenim menggunakan pengeras suara.

Muaraenim, BP–Tren peningkatan kasus baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Muaraenim terus mengalami penambahan dan harus segera distop. Pemerintah Kabupaten Muaraenim akan segera menerbitkan peraturan bupati (perbup) dalam upaya penegakan disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKP) untuk masyarakat.
Menurut Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muaraenim, Panca Surya Diharta, Pemkab secara masif dan intensif terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya penegakan disiplin protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Berbagai upaya terus digalakkan, dengan melibatkan berbagai elemen dan tokoh masyarakat hingga tingkatan desa dan Kecamatan. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat masih saja bandel dengan mengabaikan prosedur protokol kesehatan tersebut.
Seperti tidak menggunakan masker saat keluar rumah, berkerumun pada suatu tempat, juga terhadap tempat usaha dan pusat-pusat keramaian lainnya yang tidak menyediakan tempat cuci tangan yang memadai. “Karenanya pemkab telah menyiapkan sanksi-sanksi terhadap siapa saja yang tidak mengindahkan ketentuan protokol kesehatan,” tegas Panca.
Panca menjelaskan, perbup yang mengatur AKP tersebut saat ini tengah disusun untuk segera diterapkan. Dalam perbup tersebut juga terdapat sanksi-sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan. “Akan diberi sanksi baik administrasi maupin hukuman sosial,” jelasnya.
Sebelum perbup diterbitkan, pihaknya telah melakukan sosialiasi lewat posko pengawasan protokol kesehatan. Panca menuturkan, posko pengawasan protokol kesehatan didirikan sebanyak dua unit masing-masing di Kecamatan Muaraenim dan Lawang Kidul.
“Dua posko berdiri dititik keramaian untuk dua kecamatan zona merah, terdiri unsur pol pp, polri, tni dan perangkat daerah terkait, fungsinya hanya sebatas pengawasan dan himbauan belum penindakan karena menunggu perbup,”ungkapnya.
Sedangkan, Wakapolres Muaraenim Kompol Tri Wahyudi menegaskan Jajaran Kepolisian siap mendukung sepenuhnya terkait percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Muaraenim.
Menurut Tri, kondisi Kabupaten Muaraenim sangat menghawatirkan, karena berubah status dari zona hijau menjadi zona merah. “Karena itu perlu penindakan cepat, kami khawatir jika kita tidak bertindak cepat, tepat dan tegas, maka hal ini akan semakin parah bisa-bisa jadi zona hitam. Untuk itu, Mari kita galakan lagi, kita giatkan lagi dan kita tingkatkan sinergi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 ini,”tegas Tri.#nur

 

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...