Home / Headline / 2 Anggota Sindikat Narkoba Antar Lintas Provinsi Divonis Hukuman Mati

2 Anggota Sindikat Narkoba Antar Lintas Provinsi Divonis Hukuman Mati

BP/IST
3 terdakwa sindikat narkoba antar lintas provinsi akhirnya divonis hukuman yang berbeda-beda oleh Ketua Majelis Hakim Abu Hanifah di ruang persidangan kelas 1 A Khusus Kota Palembang. Senin ( 16/7).

Palembang, BP

3 terdakwa sindikat narkoba antar lintas provinsi akhirnya divonis hukuman yang berbeda-beda oleh Ketua Majelis Hakim Abu Hanifah di ruang persidangan kelas 1 A Khusus Kota Palembang. Senin ( 16/7).
2 Terdakwa yang bernama Juni Muldianto (30) warga Jalan Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, dan Riyanto (29) warga Jalan Sungai Beringin Parit. Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dihukum tetap pada tuntutan yakni divonis hukuman mati.
“Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan melihat fakta persidangan dengan ini menyatakan bahwa atas perbuatannya telah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati,” kata Abu Hanifah sambil mengetuk palu.
Bukan hanya itu, Ketua Majelis Hakim pun menyatakan bahwa tidak ada hal-hal yang meringankan terdakwa. Sementara hal-hal yang memberatkan terdakwa membawa barang narkotika berupa sabu melebihi dari 5 gram.
” Dengan ini juga menyatakan bahwa tidak ada hal- hal yang meringankan terdakwa sementara yang memberatkan terdakwa ialah membawa narkotika jenis sabu melebihi 5 gram yang bisa merugikan masyarakat,” katanya.
Sementara untuk terdakwa Juanda (27) warga Jalan Lettu Karim Kadir Perum. Pemkot Blok CM 29 Gandus Palembang dikenai hukuman penjara seumur hidup.
“Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan melihat fakta persidangan dengan ini menyatakan bahwa atas perbuatannya telah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana seumur hidup,” kata Abu Hanifah sambil mengetuk palu.
Kepala majelis hakim Abu Hanifah juga menyatakan, hal yang serupa terkait hal- hal yang memberatkan maupun hal-hal yang meringankan terdakwa.
Usai Ketua Majelis Hakim mengetuk palu, ketiga terdakwa tersebut diberi waktu untuk mengajukan permohonan kembali dalam jangka selama 1 minggu kedepan.
Sebelumnya Dalam dakwaan disebutkan bahwa ketiga terdakwa merupakan hasil dari tangkapan petugas BNNP Provinsi Sumsel.
Menurut pengakuan terdakwa, Juni, mulanya puluhan kilo sabu dan ribuan butir ineks tersebut diperintahkan oleh Acok (DPO), yang ingin menawarkan pekerjaan untuk mengantarkan barang narkotika dari Riau Ke Palembang.
Kemudian terdakwa Juni menyepakati tawaran pekerjaan tersebut dengan diiming-imingi upah sebesar Rp 50 juta yang dibagi dua dengan terdakwa Riyanto yang juga ikut mengantarkan barang tersebut.
Sebanyak 5 koper narkotika dibawa oleh terdakwa dari Riau dengan mengendarai (satu) unit mobil Avanza warna Putih dengan Nomor Polisi BM 1671 BE, Berdasarkan perintah Acok sebanyak 2 koper diantarkan ke penerima di daerah Sekayu sisanya diantar ke Palembang.
Namun sesampainya di Palembang tepatnya disekiitaran wilayah Musi mobil yang dikendarai kedua terdakwa diberhentikan oleh beberapa orang berpakaian sipil yang mengaku dari BNNP Sumsel dan melakukan penangkapan saat dilakukan penggeledahan ditemukan tiga koper tersebut.
Saat diinterogasi oleh petugas, barang tersebut diantarkan untuk siapa, keduanya hanya mengaku menerima perintah Acok bahwa jika sesampainya di parkiran Hotel Galaxy musi 2 untuk menghubungi terdakwa Juanda.
Sesampainya di parkiran Hotel Galaxy tersebut, petugas BNN kembali menangkap terdakwa Juanda yang diduga sebagai orang suruhan dari pemilik barang tersebut.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

150 Personil Bintara Kodam II Sriwijaya Ikuti MTT Pengetahuan Intelijen

Palembang, BP Sebanyak 150 prajurit jajaran Kodam II/Swj, mengikuti Mobile Training Team (MTT) Pengetahuan Dasar Intelijen bagi Bintara Intelijen dan ...