Home / Headline / Nono Sampono: Amerika dan China Berkepentingan Besar di Indonesia

Nono Sampono: Amerika dan China Berkepentingan Besar di Indonesia

Nono Sampono

Jakarta, BP–Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono berharap semua pihak, khususnya Pemerintah mewaspadai ancaman kawasan yang dipicu konflik laut China Selatan, antara Amerika Serikat dan China. Apalagi, kedua negara sudah menempatkan kapal induk untuk menghadapi kemungkinan perang fisik.
“Karena negara ini memiliki posisi sangat strategis, baik secara ekonomi, politik, dan sumber daya alam yang melimpah. Sehingga China dan Amerika sama-sama memiliki kepentingan besar pada Indonesia,” kata Nono di ruangan wartawan DPR Jakarta, Kamis (8/7).
Menurut Nono Sampono, persaingan AS dan China tersebut berkonsekuensi terjadi pergeseran dagang global ke kawasan Pasifik dan barang-barang mengalir sebagian besar lewat Indonesia. Sedangkan barang-barang logistik dari China mengalir melalui negara; Vietnam, Thailand, Laos, dan Myanmar. Karena itu, China akan mati-matian mempertahankan Vietnam dari kekuatan AS.
Dia berharap Indonesia harus memperkuat lautnya sebagai poros maritim. Syaratnya tidak ada konflik di kawasan ASEAN, kelancaran arus logistik dan semua lewat Indonesia, dan memperkuat maritim. Dengan demikian kata Nono, akan memperkuat ekonomi berbasis maritim dan militer laut.
“Apalagi sejak Mei 2018 sudah terjadi perubahan besar keamanan di Asia yang dinamakan Indo Pacifik Region. Dan, yang harus diwaspadai bukan saja sebatas kemanan perbatasan. Tapi, efek dari persaingan perdagangan global yang bakal masuk melalui jalur laut dan pemanfaatan pelabuhan Indonesia,” katanya
Anggota Komisi I DPR RI, Abdul Kadir Karding menegaskan, target politik China tahun 2025 sama dengan AS, dan 2030 siap menjadi super power menggantikan AS. Ada tiga macam perang, mengambil data AS dan Eropa, perang fisik dan ekonomi.
“Karena China sangat agresif, AS pun ikut agresif di laut China Selatan,” jelas Karding.
Menurut Karding, Indonesia, dalam posisi sangat strategis dan memiliki kekayaan alam melimpah, namun tidak demikian dengan kekuatan militer.
“Demi menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, kita harus memiliki kekuatan diplomasi yang handal. Hanya dengan itu,” kata politisi PKB tersebut.#duk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

150 Personil Bintara Kodam II Sriwijaya Ikuti MTT Pengetahuan Intelijen

Palembang, BP Sebanyak 150 prajurit jajaran Kodam II/Swj, mengikuti Mobile Training Team (MTT) Pengetahuan Dasar Intelijen bagi Bintara Intelijen dan ...