Terdakwa Pemilik Mie dan Tahu Berformalin Divonis 2 Tahun Penjara

9

BP/IST
Sidang pembacaan putusan terhadap Beno Gunawan (34) pemilik mie dan tahu berformalin digelar kembali di ruang sidang garuda Pengadilan Negeri Kelas 1 A Khusus Kota Palembang, Selasa (7/7).

Palembang, BP

Sidang pembacaan putusan terhadap Beno Gunawan (34) pemilik mie dan tahu berformalin digelar kembali di ruang sidang garuda Pengadilan Negeri Kelas 1 A Khusus Kota Palembang, Selasa (7/7).

Dalam sidang putusan tersebut, Beno akhirnya divonis 2 tahun penjara sesuai dengan sidang tuntutan yang ia terima pada pekan lalu. “Saudara Beno, dengan hasil persidangan maka saudara dituntut 2 tahun penjara,” kata Hakim Ketua, Adi Prasetya, dalam persidangan yang digelar secara virtual.

Bukan hanya itu, Hakim Ketua Adi Prasetya juga menyatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa ialah perbuatannya telah meresahkan masyarakat karena mengedarkan bahan makanan berbahaya. Selain itu terdakwa pernah ditahan dengan kasus yang sama.

Baca:  2017, WCC Palembang Dampingi 187 Kasus

“Sementara untuk barang bukti mie kuning basah berformalin sebanyak 10 kg, dirampas untuk dimusnahkan,” katanya.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 136 huruf b Jo Pasal 75 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan tersebut dalam dakwaan tunggal, menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan,” katanya.

Saat pembacaan putusan, tampak terdakwa Beno hanya tertunduk saat mendengar putusan hakim ketua. Namun setelah mendengar pembacaan putusan, terdakwa Beno Gunawan yang tanpa didampingi oleh penasihat hukumnya menyatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu terhadap putusan tersebut. “Baik yang mulia akan saya pikir-pikir dahulu,” katanya kepada hakim ketua saat dimintai pendapat.

Baca:  DPRD Sumsel Prihatin Banyak Tangga di Rusun Kondisinya Rusak

Diberitakan sebelumnya, Beno ditangkap saat petugas gabungan Balai POM Sumsel serta petugas Satpol PP melakukan razia penggeledahan pada bulan September tahun lalu di jalan lalu lintas. Yang mana saat penggeledahan tersebut ditemukan mie berformalin sebanyak 56 kantong di mobil pick up yang dikendarainya.

Sebelumnya petugas kembali melanjutkan penggeledahan pabrik mie milik terdakwa di kawasan bukit lama dan ditemukan 24 kantong mie be formalin masing masing beratnya 10 kg.

Baca:  Dinobatkan Sekolah Percontohan Wirausaha, SMAN 21 Terus Cetak Lulusan Jadi Pengusaha

Terdakwa Beno juga merupakan narapidana yang masih menjalani masa hukuman dengan kasus yang sama. “Iya Beno ini sebenarnya masih menjalani hukuman dengan kasus yang sama,” kata JPU Fajar Dian, usai persidangan.

Dikatakan Fajar, terdakwa Beno Maret lalu telah divonis kurungan lima bulan penjara. “Karena terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana melawan hukum memproduksi pangan untuk diedarkan dengan menggunakan bahan yang paling berbahaya nomor 5 di dunia,” katanya.#osk