Home / Headline / Kematian Khairuddin Subrata Direkonstruksi Polisi

Kematian Khairuddin Subrata Direkonstruksi Polisi

BP/IST
Kematian Khairuddin Subrata alias Heru (35), dengan tusukan di leher, dagu, mulut dan tangan direka ulang atau di rekonstruksi aparat polisi dari Polda Sumsel.

Palembang, BP

Kematian Khairuddin Subrata alias Heru (35), dengan tusukan di leher, dagu, mulut dan tangan direka ulang atau di rekonstruksi aparat polisi dari Polda Sumsel.
Reka ulang untuk melengkapi berkas perkara tersebut, digelar penyidik Unit I Subdit 3 Jatanras di halaman Mapolda Sumsel, Senin (6/7), pukul 11.00.
Rekon pembunuhan yang disaksikan keluarga korban dan pelaku menghadirkan tersangka Romadon Irwansyah (24) dan MR (16), keduanya warga Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang.
Hasil pemantauan langsung, di mana adegan pertama tersangka Madon pusing memikirkan utang dengan koperasi sebesar Rp 800 ribu. Madon kemudian menemui MR di rumahnya Musi 2.
Adegan berikutnya, Madon meminta tolong dicarikan uang kepada MR. Lalu, kedua pelaku ke rumah korban Heru di Jalan Naskah II, Kecamatan Sukarame, sekitar pukul 21.00.
Madon dan MR satu motor dan korban Heru sendirian pakai motor Honda Beat berjalan beriringan.
Adegan selanjutnya, mereka tiba di rumah Madon di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus. Tersangka Madon meminta Heru dan MR duduk di pondokan. Madon masuk mengambil minum sambil menoleh memberikan kode menggelengkan leher.
Tersangka Madon dan MR masuk ke dapur sambil berkata, “Payo kito lanjake budak ini, kita bunuh bae. Kito embek motornyo”katanya.
Ajakan itu diiyakan oleh MR. Selepas minum, Madon mengajak MR dan korban Heru untuk jalan keluar dengan motor bonceng tiga. Dengan posisi korban Heru duduk di tengah pakai motor korban Heru.
Adengan ke-7, Madon dan Heru turun berjalan karena jalan rusak. Nah, di sinilah pembunuhan terjadi. Dari belakang Madon menikam leher kanan korban dengan sebilah pisau.
Saat korban menoleh, kembali wajahnya ditusuk. Namun ditangkis korban. Adegan 1dilanjutkan korban terjatuh. Madon kembali menusuk wajah korban membabi buta hingga melukai dagunya. Kembali tusukan mendarat di selangkangan kaki korban.
Pelaku Madon kabur dan MR membantu korban dengan mengangkatnya ke motor. Kemudian membawanya ke rumah korban di Jalan Naskah II, Kecamatan Sukarame, Palembang.
Sampai di rumah korban, MR menggedor rumah tetangga korban bernama Tono, Candra dan Zahri. MR sempat menggasak ponsel korban, lalu membawa korban ke RS Myiria memakai motor korban diikuti saksi Candra dan Zahri juga pakai motor.
“Waktu di RS Myiria dak sanggup, jadi kami bawak lagi ke RSMH,” ujar Madon.
Adegan 19, tersangka MR membawa korban Heru dengan dibantu saksi Izhar bonceng tiga ke RSMH Palembang. Adegan terakhir, MR dan saksi Izhar pulang ke rumah Heru di Jalan Naskah II, Sukarame.
Saat saksi Izhar masuk untuk mengambil kain, MR kabur tancap gas dengan membawa motor Honda Beat korban.
“Iya, MR ini sempat antar Heru ke RS Myiria dan RSMH tetapi kabur bawa motor korban. Alasannya mau mandi karena banyak bercak darah dan ambil kain. Rupaya lari bawa motor korban, dari situ kami curiga,” ungkap saksi Zahri sekaligus masih keluarga korban Heru.
Zahri juga menyebutkan keseharian Heru buruh serabutan. Selama ini, Heru dikenal orangnya baik.
“Heru serabutan kerjanya, ia masih lajang. Kalau pelaku MR bilang kakak angkat, itukan kata dia saja,” ungkapnya.
Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIk didampingi Kanit I Kompol Antoni Adhi SH MH membenarkan telah menggelar reka ulang pembununuhan terhadap korban Heru.
“Reka ulang dilakukan 22 adegan untuk melengkapi berkas. Pelaku kita jerat dengan pasal 365 KUHP dan 338 KUHP ancamannya seumur hidup atau di atas 15 tahun,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Mobdin Kijang Hitam Kepala BPKAD Hantam Motor Beat, Korban Dilarikan ke RS

Inderalaya, BP–Saat hendak masuk ke perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir, mobil dinas (nobdin) Kijang Innova hitam yang digunakan Kepala ...