Dua Penodong Ditangkap Saat Beraksi Patroli Polisi

11

BP/IST
Diduga tengah mabuk minuman keras (miras), M Fikri (22) dan M Araiki (20) nekat melakukan aksi penodongan terhadap korban Erick Claudian di Jalan Rambutan Dalam, 30 Ilir, Ilir Barat II Palembang, Senin (4/5) sekitar pukul 03.00.

Palembang, BP

Diduga tengah mabuk minuman keras (miras), M Fikri (22) dan M Araiki (20) nekat melakukan aksi penodongan terhadap korban Erick Claudian di Jalan Rambutan Dalam, 30 Ilir, Ilir Barat II Palembang, Senin (4/5) sekitar pukul 03.00.

Namun nasib sial menimpa kedua pelaku, di saat bersamaan anggota Reskrim Polsek Ilir Barat II sedang melakukan patroli di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehingga berhasil diamankan.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang, Kompol Dudi Novery didampingi Panitres Ipda Naibaho mengatakan, kedua pelaku ditangkap atas ulahnya melakukan penodongan terhadap korban yang saat itu sedang mendorong motor di TKP bersama saksi Reviska.

Baca:  10 Terdakwa Dalam Perkara Arena Judi Baccarat Disidang

“Pelaku Araiki menakuti korban dengan senjata tajam (Sajam) jenis badik, lalu pelaku Fikri merampas paksa satu buah tas sandang milik korban,” kata Kompol Dudi, saat gelar press release di Mapolsek Ilir Barat II Palembang, Senin (29/6).

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi ketika korban dengan saksi sedang mendorong sepeda motornya di TKP dan saat kejadian, anggota Reskrim Polsek Ilir Barat II Palembang yang patroli melintas di lokasi kejadian, sehingga langsung dilakukan pengejaran, dan kedua pelaku berhasil diringkus di Jalan Talang Kerangga, 30 Ilir, Ilir Barat II, Palembang,” katanya.

Baca:  Dua Penodong Ditangkap

Dudi juga mengatakan, sebelum anggotanya berhasil menangkap kedua pelaku, sempat terjadi kejar-kejaran dengan kedua pelaku.

“Anggota kita sempat kejar-kejaran dengan pelaku karena usai melakukan aksi penodongan pelaku kabur dan berhasil ditangkap di Jalan Talang Kerangga, 30 Ilir” katanya.

Untuk barang bukti yang diamankan, berupa sebilah sajam jenis badik dan satu unit sepeda motor matic jenis Vario BG 6436 ACF, yang digunakan kedua pelaku saat melancarkan aksinya.

Baca:  Pemalak Sopir Truk Ditangkap

Sementara itu, pelaku Araiki sast diminta keterangan mengaku khilaf melakukan aksi penodongan itu bersama Fikri karena saat melakukan aksi berada dalam pengaruh miras.

“Waktu kejadian kami berada dalam pengaruh miras jenis tuak,” katanya.

Sedangkan, untuk sajam jenis Badik yang didapatkan ia berdalih hanya digunakan untuk berjaga diri saja.

“Sajam itu saya gunakan untuk berjaga diri, tapi waktu kejadian akibat pengaruh miras, sajam itu saya gunakan untuk menakuti korban,” katanya.#osk