Home / Headline / Mayat Mariani Mengapung Disungai Musi

Mayat Mariani Mengapung Disungai Musi

BP/IST
Sosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di Sungai Musi, tepatnya di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Kamis (18/6) pukul 07.15 diketahui bernama Mariani (18) warga Desa Sejangko kecamatan rantau panjang kabupaten Ogan Ilir (OI)

Palembang, BP

Sosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di Sungai Musi, tepatnya di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Kamis (18/6) pukul 07.15 diketahui bernama Mariani (18) warga Desa Sejangko kecamatan rantau panjang kabupaten Ogan Ilir (OI).
Anggota piket Pos Pangkalan sandar Direktorat Polairud Polda Sumsel langsung mendatangi TKP untuk mengevakuasi jenazah.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Yohanes S Widodo mengatakan pihaknya menerima informasi temuan jenazah di perairan Sungai Musi, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang Kamis (18/6) pagi sekitar pukul 07.15 .
“Dari laporan tersebut, anggota kami segera mendatangi TKP untuk mengevakuasi korban dengan menggunakan speedboat ke Mako Dit Polairud Polda Sumsel lalu kami kirim ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” katanya.
Kakak ipar korban, Agok Sabirin (40) menuturkan, pihak keluarga sudah mencari keberadaan korban sejak 3 hari lalu.
“Dia pamit pergi kondangan 40 hari tempat tempat temannya. Setelah itu sama sekali tidak ada kabar dari dia,” ujar Agok saat ditemui di instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara Palembang, Kamis (18/6).
Sebelum pergi, korban sempat mengembalikan sepeda motor milik tetangganya yang ia pinjam.
Namun setelah itu keberadaan korban tidak lagi diketahui.
Pihak keluarga juga sudah melakukan berbagai upaya untuk bisa menemukan keberadaan korban.
“Kami baru dapat kabar tadi siang, kalau ada jenazah mengapung di sungai Ogan. Setelah itu kami cek dan ternyata benar dia (korban),” katanya.
Rencananya jenazah korban akan dibawa ke kampung halamannya untuk kemudian di makamkan.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan forensik Bhayangkara Palembang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata dr Forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti Nasution.
Diperkirakan korban meninggal sekitar dua hari sebelum jenazahnya ditemukan.
“Seluruh hasil pemeriksaan akan kita laporkan pada pihak penyidik untuk membantu proses penyelidikan,” ujarnya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Meski Pandemi, Realisasi Pembangunan dan Serapan Keuangan Pemkab Muba Stabil

Sekayu, BP–Meski sedang dihadapkan pada pandemi wabah COVID-19, namun kinerja Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi ...