Home / Headline / Pencuri di SMK Pelayaran, Plaju Ditembak Polisi

Pencuri di SMK Pelayaran, Plaju Ditembak Polisi

BP/IST
Aksi bobol sekolah terjadi di SMK Pelayaran Penggali Nusantara, Jalan DI Panjaitan, Gang Adil, Plaju, Palembang. Peristiwa terjadi Kamis (4/6), sekitar pukul 23.30. Selasa (9/6), sekitar pukul 03.00 pelaku pencurian dan penadah barang hasil curian dibekuk pihak Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Palembang, BP

Aksi bobol sekolah terjadi di SMK Pelayaran Penggali Nusantara, Jalan DI Panjaitan, Gang Adil, Plaju, Palembang. Peristiwa terjadi Kamis (4/6), sekitar pukul 23.30.
Selasa (9/6), sekitar pukul 03.00 pelaku pencurian dan penadah barang hasil curian dibekuk pihak Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel).
Keduanya adalah Teddy Setiawan (pemetik) dan Jasni Ali (51) penadah. Kepada polisi, Tedy yang merupakan warga Jalan DI Panjaitan Gang Adil Kelurahan Bagus Kuning Kecamatan Plaju Palembang, mengaku melakukan aksi bobol sekolah tersebut seorang diri. Dia memanjat dinding tembok pagar sekolah. Lalu masuk ke dalam halaman sekolah.
Setelah itu, Teddy merusak pintu kantor menggunakan linggis. Kemudian secara leluasa menguras barang-barang berharga dalam kantor. Yakni, 6 buah laptop merek HP, 5 buah kipas angin merek Maspion, 2 buah TV, serta 20 buah kalkulator.
Atas kejadian itu pihak sekolah melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian. Oleh Unit IV Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel perkaranya diselidiki hingga ditangkaplah dua pelaku. Yakni pelaku Teddy selaku eksekutor dan Jasni sebagai penadah barang-barang curian.
Dengan tersangka Teddy diamankan di rumahnya. Karena berusaha kabur, terpaksa kaki kanannya dilumpuhkan timah panas. Dari pengakuan Tedy, polisi membekuk Jasni yang menadah barang curian.
Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIk didampingi Kanit IV Kompol Zainuri SH menegaskan telah mengamankan dua pelaku bobol sekolah di Plaju.
“Pelaku kita tangkap dengan barang bukti hasil kejahatan dari sekolah yang mereka bobol. Seperti laptop, kipas angin dan TV. Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP,” katanya.
Sementara itu, Jasni warga Jalan Demak, Jakabaring, Palembang mengatakan Teddy menjual barang hasil curian dengan harga murah Rp 4 juta. “Pertama Teddy jual satu laptop, terus ditambah 2 laptop, aku jual satu buah Rp 1,3 juta,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

KPK Selenggarakan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi Secara Daring

Jakarta, BP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Pusat Edukasi Antikorupsi membuka pendaftaran Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi secara daring. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan ...