Home / Headline / KOPZIPS Menelusuri Jejak Makam Ibunda Raden Fatah di Pulau Seribu Jakabaring

KOPZIPS Menelusuri Jejak Makam Ibunda Raden Fatah di Pulau Seribu Jakabaring

BP/IST
KOPZIPS atau Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan saat melakukan kunjungan ke Makam Ibunda Raden Fatah di Pulau Seribu Jakabaring, Minggu (7/6).

Palembang, BP

Minggu (7/6) pagi di tahun keempat kelahirannya, KOPZIPS atau Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan yang selama lebih kurang empat tahun ini sejak berdirinya 2017 telah berkontribusi dalam mengunjungi berbagai situs makam kramat bersejarah di Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melakukan Ziarah rutinan tiap bulannya setelah selama lebih kurang beberapa waktu tidak melakukan Ziarah karena wabah covid-19

Untuk ziarah pertama kali di tahun 2020 miladiyah ini dengan tetap berpedoman kepada protokol kesehatan KOPZIPS berziarah untuk kesekian kalinya ini dengan mengambil wilayah daerah seberang ulu

Pagi pagi para anggota KOPZIPS telah berkumpul di rumah limas tua milik salah satu anggotanya yaitu cek irfan zen di lorong lembaga kampung duo ulu perigi sembari menunggu dan mengumpulkan para anggota yang akan ikut berziarah

Pukul 07.00 pagi para anggota sembari mencicipi pempek dan kue khas Palembang lainnya di rumah cek irfan juga sembari berdiskusi terkait makam bersejarah di Palembang dan sumsel

Lalu rombongan anggota KOPZIPS berkonvoi dengan menggunakan motor masing-masing menuju Pulau Seribu seberang jakabaring

Sesampainya di pulau Seribu rombongan KOPZIPS berziarah ke masjid bersejarah yakni Masjid Syekh Kms. Muhammad Azhari Al-Falimbani dengan beberapa amaliah yakni sholat dhuha dan membaca Yasin Tahlil dan Doa yang dikhususkan kepada pendiri masjid dan para tokoh di pulau Seribu

Setelah itu rombongan KOPZIPS menuju dua makam kramat yang masyhur di pulau Seribu yakni Makam Buyut Santik bin Dina dan satu makam kramat lainnya yang tidak bisa secara langsung diziarahi secara fisik karena air sungai yang tengah pasang

Di pulau Seribu ini KOPZIPS fokus ziarah ke makam kramat pulau Seribu yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Buyut Santik bin Dina, namun berdasarkan info dan sepengetahuan dari ketua KOPZIPS yang ikut berziarah yakni Cek Kms. Muhammad Setiawan bahwa tujuan awal KOPZIPS ke pulau Seribu selain ke masjid Syekh Azhari yaitu ingin berziarah ke Makam Ibunda Raden Fatah yaitu Ratu Reno Siu Ban Ci yang berdasarkan info dari beberapa sejarahwan Palembang makamnya ada di pulau Seribu dan konon Raden Fatah juga dilahirkan di pulau Seribu

“Kalau saya pribadi lebih yakin kalau makam Buyut Santik bin Dina itu adalah makam Ibundanya Raden Fatah karena menurut info kramat besar yang ada di pulau Seribu ini cuma beliau, lalu tokoh yang dimakamkan ini seperti nya seorang wanita, lalu perkampungan di pulau Seribu ini juga dihuni mayoritas masyarakat tionghoa yang merupakan etnis asli Ibunda Raden Fatah, lalu meninjau keterangan sejarahwan Palembang bahwa di pulau Seribu merupakan tempat dilahirkannya Raden Fatah dan meninjau keterangan Ulama Palembang bahwa di pulau Seribu ini terbaring jasad Ibunda nya Raden Fatah,” kata Ketua umum DPP Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS ) Muhamad Setiawan.

Namun perlu penelusuran ilmiah lebih lanjut untuk memastikan makam itu adalah makam Ibunda nya Raden Fatah. Pungkas Cek Wan , panggilan akrab ketua DPP KOPZIPS ini.

Makam tersebut yang diduga secara besar adalah makam Ibunda nya Raden Fatah itu terletak di Pulau Seribu seberang jakabaring tidak jauh dari Masjid Syekh Azhari,terletak di dalam perkebunan ubi singkong milik warga sekitar, untuk menuju ke lokasi hanya bisa menggunakan kendaraan bermotor yang harus super hati hati ketika melewati jalan yang super kecil dan sempit.

BP/IST
Tampak Nisan Kayu Lama dan Tanah Tumbuh di Rumpun Pohoh Randu Tua di makam Ibunda Raden Fatah

“Setelahnya motor tidak bisa lagi masuk ketika melewati jembatan kayu yang hanya bisa dilalui satu orang , lalu berjalan kaki lagi sekitar lebih kurang seratus meteran dari jembatan kayu melewati kebun singkong warga hingga sampailah di suatu tempat yang bernama sungai selok udang, suasananya sangat sakral di bawah pohon randu (kapuk) tua yang mana tanah makam nya telah meninggi menyatu dengan rumpun batang pohon randu di susul banyaknya nisan dari kayu lama yang sudah berserakan di rumpun batang randu tersebut menandakan ini makam tokoh besar dan bukan sembarang tokoh,”katanya.

Lalu rombongan KOPZIPS berziarah ke Makam ini untuk mengalap berkahnya Ibundanya Raden Fatah ini
Setelah itu rombongan KOPZIPS berfoto mendokumentasikan ziarah ke makam ini

“Sungguh memprihatinkan melihat kondisi fisik suatu makam seorang wanita yang telah mengandung dan melahirkan seorang tokoh wali songo pendiri dan pemimpin Kerajaan Islam pertama dan tertua di Pulau Jawa yang diakui kekhalifahan turki utsmani ini yang kelak nama besarnya akan diabadikan menjadi nama sebuah perguruan tinggi Islam di Sumatera Selatan yaitu IAIN yang kini telah bertransformasi menjadi UIN Raden Fatah Palembang,” katanya.

Dengan khusyuk rombongan KOPZIPS memanjatkan doa kepada Allah yang dihadiahkan khusus kepada sohibul maqam putri Syekh Bantong Gresik ini

Setelah berziarah ke dua kramat pulau Seribu KOPZIPS lanjut berziarah ke Makam Kyai Banten di masjidnya di kertapati lalu makam Kemas Rindo di kertapati, lalu berziarah ke masjid dan makam Kyai Marogan di kertapati sembari sholat dhuhur berjamaah di masjid bersejarah ini

Setelah itu KOPZIPS lanjut berziarah ke Makam dua orang tokoh Ulama NU di Sumsel yakni KH. A. Malik Tajuddin dan KH. M. Amin Azhari

Setelahnya ke Makam Temenggung Yudapati bin Pangeran Sido Ing Pasarean, dan ditutup berziarah ke Makam Ki Gede Ing Suro di 1 ilir dan sholat asar berjamaah di Masjid Lawang Kidul boom baru

Adapun anggota KOPZIPS yang hadir dalam ziarah kali ini yaitu ketuanya sendiri cek wan, cek irfan, cek dayat, ust solihin helmi, ust zanu, cek ibrahim, cek haris fadilah, cek nasrullah, cek erwan, cek rendy, dan cek hadi
Ketua DPP KOPZIPS berharap adanya perhatian khusus terhadap makam tokoh besar ini dan adanya kajian ilmiah khusus terhadap makam ini dari para ahli dan pakar, karena ini adalah khazanah sejarah peradaban dan kebudayaan Islam Melayu di Nusantara.#osk

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Siap Perjuangkan Perluasan Distribusi Jargas di Sumsel

Palembang, BP–Mantan Gubernur Sumsel periode 2008-2018 yang saat ini menjabat pimpinan komisi VII DPR RI H Alex Noerdin menegaskan, siap ...