Pemkot Palembang Harus Perhatikan Pendidikan Di Pesantren Selama Masa Covid-19

10

BP/IST
Sutami Ismail

Palembang, BP

Wakil Ketua Komisi IV DPRD kota  Palembang, Sutami Ismail, mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang lebih memperhatikan secara serius dunia pendidikan dilingkungan pesantren selama masa pandemi Covid-19 di Palembang

“Selama pandemi Covid-19 yang melanda tanah air, khsusunya diwilayah Kota Palembang, kehidupan dunia pendidikan dilingkungan pesantren terkesan tidak diperhatikan,” katanya, Jumat (29/5).

Pria yang menjabat sebagai ketua DPC PKB kota Palembang ini meminta, agar Pemkot Palembang memberikan alokasi anggaran khusus dilingkungan pendidikan pesantren.

Baca:  Belum ada Wacana Pemindahan Gedung DPRD Sumsel Ke Kramasan

“Kita miris melihat hal ini, seolah dunia pendidikan keagamaan dikesampingkan. Padahal di pesantren anak didik ditempa ilmu agamanya. Saya sebagai wakil rakyat meminta Pemkot Palembang memperhatikan hal ini secara serius, bila perlu alokasikan anggaran khusus bagi pesantren,” ujarnya.

Menurutnya, terkait new normal, Pemkot Palembang harus lebih siap. Terutama, tempat cuci tangan di pasilitas-pasilitas umum. Tak terkecuali dilingkungan pesantren.

Baca:  DPRD Palembang Setuju Konsep New Normal

“Dengan ada new normal, tanda kutipnya kita dipaksa berdamai dengan Covid -19, yang artinya kita tetap melakukan aktivitas dengan protokol kesehatan yang ketat. Tentu dalam penerpan new normal tersebut pesantren membutuhkan perlengkapan protokol kesehatan seperti hand sanitaizer, sabun cuci tangan, masker, pendeteksi suhu badan dan lain sebagainya,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan protokol kesehatan tersebut harus dipenuhi oleh pemerintah, karena tidak mungkin harus dipenuhi oleh pihak pesantren itu sendiri mengingat keterbatasan ekonomi saat ini.

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Serahkan Bantuan APD ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin

“Pesantren tidak mungkin untuk meminta tambahan uang bulanan kepada santri mengingat perekonomian saat ini lagi tidak sehat,” pungkasnya.#osk