Home / Headline / Miris, Pandemi Covid-19, Warga Minta-minta Sembako di Jalan Protokol

Miris, Pandemi Covid-19, Warga Minta-minta Sembako di Jalan Protokol

Palembang, BP–Coronavirus Disiase 2019 (Covid-19) di Kota Palembang membuat perekonomian masyarakat tidak menentu. Hal ini berdampak pada kondisi sosial warga yang langsung turun ke jalanan untuk meminta-minta sembako.

Berdasarkan pantauan di sepanjang Jalan Gubernur H Bastari, sejumlah masyarakat memasang papan bertuliskan “Saya Butuh Sembako”. Bahkan, kondisi sangat memilukan karena bahkan orang lanjut usia ikut duduk-duduk di pinggir jalan meminta bantuan.

Puluhan orang yang tersebar itu diangkut Pemerintah Kota Palembang melalui Dinsos dan Satpol PP. Puluhan orang itu diberi edukasi, diangkut mobil Dinsos dan diantarkan ke rumahnya serta diberi sembako.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, mereka dikoordinir oleh satu orang dan berasal dari satu RT di Jakabaring. Untuk saat ini pemerintah masih memberikan keringanan dan dilakukan pendataan.

“Mereka ada yang berasal dari satu RT, kita tangkap dan berikan edukasi karena mereka melanggar Perda 44/2002 soal ketertiban,” katanya, Selasa (12/5/2020).

Ia mengatakan, mereka mengalami kesulitan selama masa pandemi ini. Ia menampik jika hal ini adalah modus saja, padahal warga meminta-minta ini tidak hanya di Jakabaring, tetapi juga Demang Lebar Daun juga Sukarame. “Mereka memang orang susah. Semoga dengan tindakan kita ada mereka takut dan jera,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan para peminta-minta di sepanjang jalan protokol Kota Palembang ini sebenarnya biasa terjadi saat bulan Ramadhan dan mendekati hari raya Idul Fitri. Hanya saja, melihat kondisi di lapangan hari ini, hal ini jadi fenomena baru sejak pandemi Covid-19 yang belakangan terjadi.

“Dari temuan kami di lapangan tadi, kecendrungannya ada pengkoordiniran. Seperti yang kami konfirmasi ke beberapa dari mereka ternyata tinggal di satu RT, dengan modus-modus tertentu,” ujarnya.

Pihaknya berharap, tidak ada yang memanfaatkan kondisi pamdemi Covid-19 ini untuk mendapatkan keuntungan. Karena, selain dapat mengganggu ketertiban umum, apa yang dilakukan dengan memint-minta di jalanan dengan disertai papan bertuliskan meminta bantuan sembako, cukup merusak keindahan kota.

“Soal sembako kita sudah ada datanya dan saat ini sedang dalam tahap pendistribusian secara bertahap. Jadi silakan tunggu dirumah, nanti Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang mengantarkan kerumah masing-masing,” katanya.

Saat ini, Pemerintah sudah mendata masyarakat yang terkena dampak Covid-19 berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Jadi, jika belum mendapat bantuan, bisa jadi belum masuk data lama dan masuk di data baru yang telah terverifikasi.

“Bisa saja mereka yang belum mendapat sembako, bukan berarti mereka tidak terdata. Tapi kita terus mendata jumlah masyarakat miskin baru dan terdampak Covid-19,” ujarnya.

Nantinya, mereka yang belum dapat dan memang masuk database pendataan masyarakat terdampak Covid-19 dan masyarakat miskin baru, maka bantuan sembako akan disusulkan.

“Saya minta agar jangan ada lagi yang nongkrong-nongkrong di jalan untuk meminta-minta. Pulanglah kerumah, yakinlah saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Bahkan, kita juga telah menambah anggaran pananganan Covid-19 untuk di Kota Palembang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Heri Aprian menyampaikan, saat ini jumlah masyarakat miskin baru yang akan mendapat bantuan sembako dari Pemkot Palembang, sekitar 32.000 KK dan telah terverifikasi.

“Jumlah ini akan bertambah lagi dan kami minta masyarakat sabar, karena pemerintah pasti telah memikirkan terkait bantuan sembako, tapi secara bertahap,” katanya. #pit

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Usul Perpanjangan Pemutihan Pajak Tahun Depan

Palembang, BP Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dilaksanakan Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini diusulkan untuk diperpanjang hingga tahun ...