Home / Headline / Sumsel Kekurangan Penyuluh Pertanian

Sumsel Kekurangan Penyuluh Pertanian

BP/IST
Abusari SH. Msi

Palembang, BP

Dalam rangka meningkatkan hasil pertanian bagi para petani agar Pemerintah Provinsi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dapat memperbanyak penyuluh pertanian sesuai bidang , karena kondisi sekarang sedikit sekali penyuluh di petani.

“ Seharusnya dalam satu desa itu ada beberapa penyuluh, baik penyuluh pertanian , perkebunan dan perternakan, jangankan tiga penyuluh dalam satu desa , satu penyuluh satu desa tidak ada, bahkan ada lima sampai 10 desa hanya ada satu penyuluh di Sumatera Selatan, mana Sumatera Selatan mau menjadi lumbung pangan, kalau tenaga penyuluh kita sendiri sangat-sangat kurang,” kata Juru Bicara Pansus II, Abusari SH. Msi dalam rapat paripurna XIII DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda tanggapan lima panitia khusus (pansus) DPRD Sumsel terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2019 melalui video conference, Jumat (8/5).

Pihaknya juga mengkritisi saat musim panen padi atau jagung banyak pengusaha luar Sumsel membeli gabah kepada petani yang mengakibatkan pengusaha gilingan padi lokal tidak beroperasi.

Menurutnya seharusnya pengusaha dari luar Sumsel tersebut cukup membeli beras di penggilingan lokal untuk di packing dan di pasarkan keluar.

Dengan adanya kejadian ini berdampak pada turunanya usaha penggilingan atau pabrik dan tenaga kerja lokal sehingga dengan demikian pemerintah membuat regulasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Selain itu secara umum bahwa kinerja OPD khususnya mitra kerja Pansus II dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya telah terlaksana cukup baik.

Hanya saja di dalam mendukung visi dan misi Gubernur Sumsel untuk menghasilkan capaian kinerja yang maksimal diperlukan anggaran yang sehat khususnya di bidang perekonomian.

” Ada beberapa rekomendasi dari Pansus II untuk Dinas Koperasi setelah melakukan revitalisasi koperasi untuk akurasi data (reformasi koperasi) Pansus II mengapresiasi terhadap pembubaran koperasi-koperasi di kabupaten/kota yang tidak aktif akibat kegiatan tersebut menyebabkan koperasi aktif di Sumsel tidak mencapai target. Terkait hal ini perlu dukungan dan penguatan program/ kegiatan untuk menumbuhkan koperasi baru,” katanya.

Kemudian Dinas Kehutanan terkait kejadian yang telah lalu, dimana akibat dari kemarau panjang, kebakaran hutan, pemburuan satwa liar/dilindungi mengakibatkan putusnya rantai makanan sehingga banyak satwa liar (binatang buas) seperti harimau keluar dari habitatnya.

“Dengan kejadian itu agar pihak terkait lebih meningkatkan pengawasannya terhadap hutan-hutan lindung di Sumsel,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Usul Perpanjangan Pemutihan Pajak Tahun Depan

Palembang, BP Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dilaksanakan Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini diusulkan untuk diperpanjang hingga tahun ...