Home / Headline / DPW FBI Sumsel Buka Posko Pengaduan Di Palembang dan Banyuasin

DPW FBI Sumsel Buka Posko Pengaduan Di Palembang dan Banyuasin

BP/IST
Andreas OP, Ketua DPW Federasi Buruh Indonesia (FBI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

#Dampak Ketidakpastian Nasib Buruh  di Sumsel Pasca Covid-19

Palembang, BP

Pasca di umumkanya secara resmi oleh pemerintah pada bulan maret 2020, bahwa Covid-19 menjadi bencana nasional, satu persatu dunia usaha diindonesia mengalami kondisi tersulit, tanpa terkecuali di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  khususnya sektor hotel dan restaurant yang mengalami nasib yang tragis dimulai dari penutupan usaha, perumahan buruh , pemotongan gaji pokok, hingga PHK sepihak para buruh akibat beban oprasional yang harus di tanggung pelaku usaha akibat adanya bencana Covid-19, serta penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Menurut Andreas OP, Ketua DPW Federasi Buruh Indonesia (FBI) Provinsi Sumsel  melihat dari pendataaan yang pihaknya lakukan, bahwa di Sumsel terdapat 12 hotel bintang satu dan bintang lima telah melakukan penutupan usaha dan merumahkan para buruh dengan status nol gaji hingga pemotongan gaji.

“Kondisi ini juga terjadi pada para pengusaha rumah makan/restaurant lokal / internasional, serta beberapa kelompok restaurant fastfood dan minuman internasional juga melakukan hal yang sama,” katanya, Sabtu (9/5).

Selanjutnya terdapat lebih kurang 15.000 s/d 20.000 Ribu buruh sektor hotel dan restaurant yang terdampak langsung akibat Covid-19 di Kota Palembang , dan sampai hari ini rekan –rekan buruh tersebut belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah kota Palembang berkaitan nasib kawan kawan buruh dan keluarganya.

“Dimana kita ketahui bersama bahwa sektor hotel dan restaurant merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar dikota Palembang, Menyikapi kondisi tersebut maka kami dari Pengurus DPW Federasi Buruh Indonesia (FBI) Provinsi Sumatera Selatan meminta kepada pemerintah kota Palembang dan provinsi Sumsel untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kawan-kawan buruh disektor hotel dan restaurant,” katanya.

Lalu melakukan pendataan dan pemberian bantuan langsung berupa sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan ucapakan terima kasih kepada para buruh yang telah membantu menciptakan kontribusi PAD kepada pemerintah melalaui kerja –kerja kolektif para chef , waiters, coki, bartenders,cashier,bellboy,barista,office boy,satpam,teknisi, oprator ,petugas FO,room boy .

“Meminta kepada Pemerintah Kota Palembang untuk dapat memberikan kartu prakerja kepada semua buruh hotel dan restarant yang terdampak Covid- 19 ,” katanya.

Lalu meminta kepada pemerintah kota Palembang untuk dapat mengkaryakan para chef dan coki serta buruh hotel dan restaurant dengan skills khusus untuk membantu membuka dapur umum untuk warga sesuai dengan standart keamanan pangan dan keselamatan pangan untuk warga di masa Covid -19 sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam menyediaakan pangan sehat untuk rakyat.

Selain itu meminta kepada pemerintah untuk memberdayakan dapur /kitchen milik hotel dan restaurant sebagai dapur umum sehingga dapat menutupi defisit anggaran hotel dan restaurant selama penutupan serta menjaga kwalitas dan hygenitas makanana dan masakan serta penghematan biaya pengadaan peralatan masak .

“Meminta kepada pemerintah kota dan provinsi untuk dapat menciptakan rumah –rumah sehat untuk para pasien ODP, PDP , menyediakan tempat istirahat untuk para medis, relawan dan aparat yang berjuang digaris depan,dengan menggunakan fasilitas hotel yang tutup dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Meminta jaminan kepada pemerintah kota Palembang untuk memberikan stimulus khusus bagi hotel dan restaurant selama Covid-19 berlangsung serta pasca berakhirnya covid 19 sehingga pelaku usaha hotel dan restaurant dapat membuka usahanya dengan jaminan bantuan dari pemerintah.

Dan meminta kepada Pemerintah Kota Palembang untuk menjamin 15.000 sampai dengan 20.000 ribu buruh di sektor hotel dan restaurant untuk tetap dapat mendapat perioritas untuk bekerja kembali pada saat kondisi telah stabil dengan kesepakatan para pihak.

Untuk mewujudkan kondisi ideal tersebut menurut Andreas OP, berkomitmen untuk mengawal dan menginisiasi kepedulian pemerintah kota Palembang dan Sumsel dalam melindungi nasib buruh sektor hotel dan restaurant dengan membuka Posko Pengaduan Buruh Korban Covid-19, di Nomor telepon 0811.7190510 .

Dan Posko pengaduan di Jalan HBR Motok Komp Taman Bukit Raflesia BloK B no 12 , Kec Alang Alang Palembang, sedangkan untuk kabupaten Banyuasin Posko Pengaduan Buruh Korban Covid 19, berada di Jalan Tanjung Api-Api No 21 RT 04 RW 02 Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dengan nomor telepon 0821.76585806 ( Heriyadi SH, Sekretaris DPC FBI )

Akhirnya menurut Andreas OP, untuk bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi di masa covid-19, dibutuhkan sinergisitas semua pihak dan tetap saling gotong royong jika semua pihak bisa saling suport, jika buruh sejahtera maka pengusaha nyaman dan pemerintah dapat mendapat keuntungan dari pajak.Besar harapkan kami bahwa keterpurukan ini menjadi pembelajaran betapa pentingnya hubungan yang menguntungkan dan tidak menidas serta mengedepakan sisi humanis dalam berusaha.#osk

x

Jangan Lewatkan

Dua Mahasiswa Sekarat Dibacok

Palembang, BP Dua mahasiswa yakni Danu Putu Ronaldi (23) dan Atrian (24), sekarat dengan luka serius usai dibacok orang tak ...