Bentuk Tim Satgas Lawan Covid-19, Syamsul Bahri: “Kita Coba Nilai Daerah Apakah Serius Atau Tidak Tangani Covid-19”

11

BP/DUDY OSKANDAR
Syamsul Bahri

Palembang, BP

Pihak DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) prihatin dengan banyaknya menerima laporan terkait keseriusan pemerintah daerah untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Untuk itu, DPRD Sumsel bersepakat membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19.

“Tugas utama kita mencoba menganalisa sekaligus menilai tiap daerah apakah serius atau tidak dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Yang bakal disinkronkan dengan laporan yang kami dapatkan dari masyarakat,” kata

Baca:  Soal Anggaran Guru Honor , Askweni: Tidak Ada Guna Kita Hadir Disini,  Sebagai Anggota Dewan , Ngusulkan Itu Bae Idak Boleh

Ketua Koordinator Tim Satgas Lawan Covid-19 DPRD Sumsel, Dr Ir H Syamsul Bahri,MM, Rabu (6/5).

Menurut Syamsul, pihaknya juga bakal melihat apakah daerah baik yang ditetapkan sebagai zona merah, kuning maupun hijau telah menyiapkan posko yang representatif maupun menyediakan Alat Pengaman Diri (APD) sesuai standar.

Terhadap masyarakat menurut Syamsul pemerintah daerah diminta agar melakukan pendekatan secara internal dan kekeluargannya.

Baca:  DPP Demokrat Keluarkan Tiga Surat Rekomendasi Untuk Pilkada OI, OKUT dan Muratara

“Apabila pendekatan internal dan kekeluargaan itu tak kunjung diindahkan silahkan lakukan penindakan berdasarkan aspek hukum berupa anjuran-anjuran pemerintah. Sekaligus sanksi bagi mereka yang melanggar karena sudah ada sanksi saja masih susah untuk ditindak apalagi tidak ada sanksi sama sekali,” kata politisi yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumsel ini.

Menurut mantan birokrasi yang diantaranya berkiprah sebagai Kadis PUCK, Kadis PUBM hingga Kadis PSDA Pemprov Sumsel ini menyarankan agar seluruh dinas/instansi di lingkup Pemprov Sumsel hingga kabupaten/kota di Sumsel untuk memasang bendera setengah tiang.

Baca:  Polisi Larang Masyarakat Unggah dan Sebarkan Konten Kegiatan FPI

“Ini sebagai pertanda kita tengah berduka akibat pandemi Covid-19 yang kini telah menjadi bencana nasional karena seluruh wilayah di Indonesia telah terjangkit wabah yang mematikan ini,” katanya.#osk