Home / Headline / Warga Nilai Kades Tanjung Pule Pengecut, Tak Temui Warga

Warga Nilai Kades Tanjung Pule Pengecut, Tak Temui Warga

Inderalaya, BP–Warga Desa Tanjung Pule, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengaku kecewa, lantaran Kadesnya, Edi Purwanto, tak mau menemui dan bermusyawarah dengan warga soal kejelasan tanah seluas satu seperempat hektare, yang merupakan tanah desa. Warga pun menilai kades pengecut.

Seperti yang diutarakan Muhammad Sulkan (43) yang tak kuasa menahan emosi, saat menceritakan pengalamannya soal tanah yang ia klaim sudah dibeli dengan keringatnya.

Ia menjelaskan awalnya dirinya mengerjakan normalisasi sungai di desanya, Tanjung Pule. Saat itu, ia bersama warga lain bernama Luksma dijanjikan Kades Purwanto honor sebesar Rp150 ribu per hari.

“Kami kerja 10 hari, jadi total Rp1,5 juta. Saat itu karena pekerjaan kami mencapai target kita dikasih bonus Rp3,5 juta per orang. Jadi total Rp5 juta per orang berdua,” ujarnya Minggu (19/4). Sehingga, total honor mereka berdua ialah Rp10 juta.

Namun oleh Kades, dijanjikan tanah di desanya sebesar 1 hektare, plus bonus 1/4 hektare.

Karena merasa ada garapan, ia pun menyetujui. Sayangnya sampai saat ini, ia tidak menerima tanahnya itu.

“Bahkan saya lihat, tanah itu sekarang sedang digarap oleh orang lain. Padahal tanah desa itu berdasarkan kesepakatan dengan warga desa sudah diberikan penggarap kepada Samsi dan dijualkan kepada kami. Tapi tiba-tiba entah orang mana, yang pasti bukan warga sini. Saya heran kades kok takut menemui warga, kades pengecut. Kami ini sudah berjam-jam menunggu kades di balai desa, eh malah dia duduk di posko depan desa untuk covid. Sepertinya menghindar, kades malah menghadapi rakyat kok takut?” ujarnya.

Ia pun beberapa kali meminta penjelasan dari kades soal tanahnya itu. Karena itu merupakan haknya yang berasal dari keringatnya sendiri.

“Saya juga bingung. Pernah saya minta surat jual beli, tapi katanya biar saya yang pegang selaku Kades,” ungkapnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas (BHL) ini pun semakin kesulitan memenuhi kebutuhannya sehari-hari, bersama istri dan 3 anaknya. Ia meminta agar kadesnya memenuhi haknya tersebut, karena sejak awal perjanjian sampai sekarang masih belum jelas.

“Saya minta tanah yang jadi hak saya. Kalaupun mau diganti tanah lain ya silakan. Tapi saya tunggu hari ini di Balai Desa, dia juga tidak datang,” jelasnya.

Warga lainnya, Samsi Idianto (48), mengatakan dirinya pernah melihat surat tanah seluas satu seperempat hektar tersebut bahkan sempat memegang surat dari kades selama satu minggu, “Kemudian si kades meminta surat tanah tersebut dengan alasan ada saksi yang belum menandatangani. Karena saya lugu ya saya kasihkan saja. Bahkan tanah itu sekarang digarap orang lain. Entah sudah dijual atau bagaimana tidak jelas. Yang kami inginkan bagaimana soal tanah ini sebagai kades harusnya tegas kembalikan saja hak kami,” harapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi via sambungan seluler, Kades Tanjung Pule Edi Purwanto tidak merespon. Demikian pula saat  didatangi ke rumah, pintunya tertutup rapat. #hen

x

Jangan Lewatkan

Tambah 73 Kasus, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 7.435 Jiwa

Palembang, BP Pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 73 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan media harian Covid-19 ...